BMKG Prediksi Kemarau Lebih Panjang, Puncaknya sampai September

BMKG Prediksi Kemarau Lebih Panjang, Puncaknya sampai September

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Kamis, 30 Jul 2026 12:38 WIB
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prediksi puncak musim kemarau di tahun 2026 terjadi pada Agustus hingga September. Kemarau lebih kering dengan durasi panjang.

"Seperti yang kami sampaikan di press release bulan Maret dan Mei yang lalu, bahwa puncak musim kemarau tahun 2026 ini diprediksi terjadi mayoritas pada bulan Agustus hingga September tahun 2026," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan, dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (30/7/2026).

Sebanyak 48,8 persen luasan wilayah di Indonesia memasuki puncak musim kemarau pada bulan Agustus. Sementara sekitar 25 persen luasan wilayah akan masuk pada bulan September.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masing-masing 48,8 persen luasan wilayah Indonesia memasuki puncak musim kemaraunya di bulan Agustus, dan September sekitar 25 persen," jelasnya.

Sesuai dengan prediksi sebelumnya, musim kemarau yang terjadi akan lebih kering. Selain itu, musim kemarau tahun ini juga diprediksi akan lebih panjang durasinya.

"Juga konsisten dengan press rilis yang kami sampaikan di bulan Maret dan Mei yang lalu bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau yang di bawah normal atau lebih kering, dan juga mengalami durasi yang lebih panjang dari normalnya," bebernya.

Dia menyalakan bahwa musim kemarau di Indonesia selalu berasal dari wilayah bagian tenggara. Kemarau kerap bermula dari wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Musim kemarau selalu bermula dari wilayah Nusa Tenggara Timur lalu kemudian secara perlahan merambat ke barat. Di gambar ini kita juga melihat bahwa wilayah-wilayah Indonesia di sekitar ekuator itu masih banyak yang berwarna hijau," tuturnya.

(rdh/mea)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini