Anak Mutaqin, Dona (20), kepada wartawan di rumahnya, Kamis (29/11/2007), menuturkan, sudah sejak tiga bulan lalu Martin tidak lagi mengontrak di rumah bercat hijau itu.
Dia pindah sebelum masa kontrak rumahnya berakhir. "Waktu itu juga kelihatannya terburu-buru. Pindahnya ke mana tidak tahu," tutur Dona.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suroso, tetangga depan rumah Martin, menuturkan, selama tinggal di rumah itu, Martin jarang bersosialisasi dengan tetangga. "Dia agak tertutup, setahu saya sering ada tamu dari luar negeri di rumahnya," kata dia.
Martin adalah orang yang dituju pengirim paket keris, Rien Notohardjo. Rien mengirimkan paket itu dari Florida, AS dengan kepada Jeffri Lengkey di Pamulang untuk diserahkan pada RM Notohardjo, Jalan Mataram XII Nomor 7, Solo.
Dalam paket itu terdapat 16 keris pusaka tanpa sarung, sarung keris 4 buah, tombak tanpa gagang 1 buah dan yoswa 8 buah. Namun paket itu kini ditahan Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta seiring maraknya pencurian dan penjualan ilegal benda-benda bersejarah.
(umi/nrl)











































