Transformasi Danantara Perkuat Kinerja Bisnis InJourney Airports

Transformasi Danantara Perkuat Kinerja Bisnis InJourney Airports

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 23 Jul 2026 10:16 WIB
InJourney
Foto: InJourney
Jakarta -

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports membukukan pendapatan usaha Rp10,23 triliun pada Semester I/2026, meningkat 3% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini merupakan capaian Perusahaan dalam meningkatkan kinerjanya di tengah tantangan kondisi industri penerbangan saat ini akibat kondisi geopolitik Timur Tengah.

Pendorong utama peningkatan pendapatan InJourney Airports berasal dari pengelolaan bisnis non-aeronautika. Hal ini merupakan dampak dari melakukan beautifikasi di bandara-bandara utama, termasuk penguatan konsep tenant mixing di area komersial bandara dalam memadukan berbagai tenant untuk menghadirkan shopping experience.

Terkait tantangan dalam bisnis aeronautika, InJourney Airports beserta regulator dan para stakeholders bersinergi meningkatkan pembukaan rute penerbangan internasional guna mendukung peningkatan industri pariwisata. Salah satu upaya yang dijalankan adalah mendukung Kementerian Perhubungan dalam pertemuan ASEAN-China Working Group on Regional Air Service Arrangements di Yogyakarta pada 7-9 Juli 2026 dan Routes Asia di Xi'an pada 14-16 April 2026, untuk menarik minat maskapai asing menambah rute penerbangan ke Indonesia.

"Danantara terus mendorong InJourney Airports untuk bertransformasi dan membangun portofolio bisnis yang tangguh di lini bisnis aeronautika dan non-aeronautika agar terus menciptakan nilai berkelanjutan di industri aviasi nasional sekaligus mendatangkan manfaat bagi masyarakat," ujar Direktur Utama InJourney Airpots Mohammad Rizal Pahlevi dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).

"Berkat transformasi yang dijalankan di bawah Danantara, InJourney Airports tetap dapat menjaga pertumbuhan pendapatan di tengah tantangan global, khususnya ditopang peningkatan bisnis non-aeronautika," imbuh Rizal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bisnis Non-aeronautika

Salah satu transformasi yang dijalankan adalah penguatan bisnis non-aeronautika melalui pengembangan area komersial dan alat produksi di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sejak tahun lalu. Di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dilakukan penataan area komersial untuk menghadirkan pengalaman berbelanja terbaik bagi pengguna jasa bandara.

Sementara Terminal 1C hadir dengan konsep shopping arcade yang terbuka bagi penumpang maupun masyarakat umum. Konsep ini didukung oleh sistem pemeriksaan keamanan secara desentralisasi, sehingga area komersial dapat diakses sebelum memasuki area terbatas di gate keberangkatan.

Kemudian, area komersial di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dengan konsep single flow serta penyediaan gerai dengan merek-merek ternama global (global brand), baik Duty Free Shop, FnB dan Lounges.

Bandara I Gusti Ngurah Rai juga telah memperbaiki akses dari/ke dalam bandara, serta mempercepat proses keberangkatan di antaranya dengan menyediakan lebih banyak fasilitas pemeriksaan keamanan di security check point. Pembaharuan ini memberikan waktu lebih bagi penumpang pesawat untuk mendapatkan pengalaman terbaik selama di dalam bandara I Gusti Ngurah Rai.

Di sisi lain, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sejak November 2025 telah membuka terminal baru yang dilengkapi area komersial modern. Beroperasinya terminal baru ini menjadikan Bandara Sultan Hasanuddin memiliki kapasitas 15,5 juta penumpang/tahun atau naik signifikan dari sebelumnya sekitar 7 juta penumpang/tahun.

Rizal mengatakan kontribusi pendapatan non-aeronautika akan terus ditingkatkan sebagaimana best practice yang ada di industri kebandarudaraan global.

"Saat ini kontribusi pendapatan non-aeronautika InJourney Airports mencapai sekitar 38% dari total pendapatan usaha, meningkat dari 30% sebelum transformasi dijalankan saat masih di Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II. Kami akan terus memperkuat bisnis, baik aeronautika dan non-aeronautika, untuk mencapai struktur pendapatan yang semakin kuat, pertumbuhan usaha berkelanjutan, dan InJourney Airports terus menciptakan nilai tambah bagi industri aviasi, pariwisata, dan pada akhirnya meningkatkan perekonomian nasional," jelas Rizal.

Di sisi pembiayaan, Injournery Airports telah menata ulang struktur pembiayaan dari kreditur dengan konsep Injourney Group Financial Solutions pada Kuartal I/2026. Dampak nyata dari penataan struktur pembiayaan ini adalah beban bunga pada Semester I/2026 turun 10% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

(akn/ega)


Berita Terkait