Ketua Umum (Ketum) PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) melantik 19.675 pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) se-Indonesia. Pelantikan tersebut dilakukan menjelang puncak perayaan Hari Lahir (Harlah) PKB ke-28.
Pelantikan DPC PKB se-Indonesia terselenggara di Taman Fatahillah, kawasan Kota Tua Jakarta, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu (22/7/2026). Ketua DPP PKB Abdul Halim Iskandar menyampaikan bahwa sebanyak 2.570 kader hadir secara langsung di Jakarta untuk mewakili total 19.675 pengurus DPC yang dilantik.
"Jumlah pengurus DPC se-Indonesia hari ini yang sudah dikeluarkan SK-nya oleh DPP sebanyak 19.675 personel. Dan insyaallah semuanya ini adalah orang-orang terpilih," kata Abdul Halim dalam sambutannya di lokasi.
Ia menjelaskan, pelantikan secara simbolis tersebut diwakili oleh lima orang pengurus dari tiap DPC se-Indonesia yang hadir di Jakarta. Ia pun menyampaikan apresiasinya kepada para personel yang dilantik.
"Pada malam hari ini, kami mohon berkenan Ketua Umum untuk melantik 19.675 personel pengurus DPC se-Indonesia, yang diwakili oleh lima orang pengurus per DPC se-Indonesia sehingga jumlah yang hadir dilantik pada malam hari ini adalah 2.570 personel. Tepuk tangan untuk para pengurus DPC yang malam hari ini dilantik," ungkapnya.
Abdul Halim menambahkan, pihak DPP sebelumnya menyeleksi 1.816 kandidat Ketua DPC. Setelah melalui mekanisme yang panjang, terpilih sebanyak 514 Ketua DPC PKB se-Indonesia.
"Sebanyak 1.816 kandidat tersebut dibawa ke forum musyawarah cabang dan ditindaklanjuti dengan uji kelayakan dan kompetensi (fit and proper test), baik yang bersifat profesional dengan melibatkan pihak ketiga, para psikolog dari lembaga pendidikan tinggi maupun lembaga psikologi profesional. Dan alhamdulillah, dari 1.816 tersebut lahirlah 514 Ketua DPC se-Indonesia," tambahnya.
Cak Imin lantas melantik langsung para pengurus DPC di lokasi. Para pengurus yang dilantik mengucapkan sumpah dan janji untuk memperjuangkan cita-cita PKB serta siap menjalankan tugas-tugas organisasi.
Pada kesempatan terpisah, Cak Imin menyebut pemilihan pengurus DPC kini dilakukan melalui mekanisme musyawarah-mufakat. Ia menegaskan tidak ada lagi sistem voting dalam menentukan jajaran pengurus DPC.
"Ya, karena kita sudah punya pengalaman panjang dalam mengelola organisasi. Sehingga kompetisi internal itu sudah tidak perlu lagi, karena kompetisi internal pasti membawa luka bagi yang kalah. Sebab itu tidak boleh ada yang terluka, semua harus terlibat dan memutuskan bersama-sama," ucap Cak Imin.
"Ini cara baru pengelolaan organisasi yang lebih partisipatif. Sebetulnya ini sudah periode yang kedua, tetapi terus disempurnakan dengan psikotes serta uji kelayakan dan kepatuhan (fit and proper test)," imbuhnya.
(dwr/aik)