Penjinak Bom Berusia 33 Tahun

Penjinak Bom Berusia 33 Tahun

- detikNews
Selasa, 27 Nov 2007 11:10 WIB
Jakarta - 5 Ledakan keras menggelegar. Tak lama asap putih pun mengepul. Demikianlah sedikit keramaian yang mewarnai ulang tahun ke 33 pasukan Gegana.
 
"Gegana ini satuan pemukul yang memiliki keahlian melawan teroris dan menjinakan bom," kata Komandan Korps Brimob Irjen Pol SJ Wenas di lapangan Gegana, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (27/11/2007).
 
Peringatan hari jadi yang digelar pasukan andalan kepolisian ini sangat sederhana. Kontras dengan dengan reputasi mereka yang bergerak di bawah satuan anti teror dalam menangkap teroris seperti Azahari, Muklas, atau pun yang lain.
 
Nyaris tidak ada petinggi kepolisian yang hadir. Padahal pasukan Gegana ini juga dipakai untuk menangkap para pelaku kejahatan lainnya seperti illegal logging. "Ini pasukan pemukul, memiliki kemampuan yang tinggi," tambah Wenas.
 
Gegana pasukan yang identik dengan seragam hitam dan lambang burung walet ini pertama kali didirikan pada 1974, yang diprakarsai oleh seorang lulusan Akabri kepolisian tahun 1971 yakni Kombes Pol (Purn) Bambang Widodo. "Sekarang Gegana memiliki 600 personel," imbuh Wenas yang juga besar di kesatuan ini.
 
Gegana yang diambil dari bahasa sangsakerta dan memiliki arti angkasa ini memiliki unit-unit pasukan di tiap-tiap Polda, yang biasanya bergerak untuk menyisir gedung-gedung bila ancaman bom. "Pasukan Gegana juga mendapat pelatihan di Amerika Serikat dan instruktur dari Jerman untuk keahlian anti teror," jelas Wenas.
 
Tidak pula ada atraksi kemahiran menembak dan menjinakan bom dalam perayaan ini. Hanya sekitar 200-an anggota yang berbaris di lapangan.
 
"Semua pasukan dan peralatan terkonsentrasi di Bali. Yang lainnya juga menyebar ke daerah tertentu mengejar buruan," jelas seorang perwira yang enggan disebutkan namanya. (ndr/asy)


Berita Terkait