"Kami memandang pengemudi taksi adalah posisi strategis untuk penyuluhan HIV/AIDS," kata Kepala BKKBN Sugiri Syarief dalam acara peluncuran stiker AIDS di kantor pusat Blue Bird Group (BBG), Mampang, Jakarta Selatan, Senin (26/11/2007).
Sugiri menjelaskan, sopir taksi dinilai sering berkomunikasi dengan penumpangnya, sehingga dapat memberi penyuluhan soal AIDS.
"Contohnya saja pengemudi bisa membuka percakapan dengan menanyakan si penumpang sudah keluarga atau belum, selanjutnya bisa berbicara soal AIDS dalam percakapan yang santai," jelasnya.
"Saya mengharapkan kesediaan jika memberikan penyuluhan. Usahakan penumpang diajak ngomong masalah AIDS," ujarnya.
Menurut Sugiri, untuk penyuluhan ini, BKKBN bekerja sama dengan BBG dengan menempel stiker di taksi.
"Ada 10 ribu stiker yang akan ditempelkan," katanya.
Selain itu, lanjut Sugiri, ada 20 gros kondom beraroma dan biasa. Sopir-sopir ini juga akan dibekali ilmu. 100 Ketua diharapkan akan menyampaikan ilmu kepada para anggotanya. (mly/sss)











































