Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengunjungi SDN Srengseng Sawah 15 Pagi usai teror bom saat hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Abdul Mu'ti memberikan trauma healing kepada seluruh siswa dan siswi di sekolah.
Pantauan detikcom di lokasi, Selasa (14/7/2027), Abdul Mu'ti tiba sejak pukul 06.30 WIB. Dia langsung menuju lapangan sekolah dan mengikuti kegiatan senam bersama para siswa.
Abdul Mu'ti berdiri paling depan mengikuti gerakan Senam Anak Indonesia Hebat. Senam itu dipimpin langsung oleh siswa di podium.
Selanjutnya Abdul Mu'ti naik ke podium lalu berkenalan dengan para murid. Dia sempat membagikan hadiah tas, buku, hingga menjanjikan memberi sepeda kepada murid yang maju untuk menjawab pertanyaannya. Tak hanya itu, Tim Psikologi dari Polda Metro Jaya juga hadir di lokasi.
"Ini merupakan kegiatan yang memang diselenggarakan untuk menyemangati anak-anak ketika mulai pembelajaran. Dan tadi juga sempat berdialog dengan anak-anak murid baru yang kelas satu di sini. Alhamdulillah semuanya suasana ceria dan juga mereka sudah semangat untuk kembali belajar," kata Mu'ti kepada wartawan usai acara di sekolah.
Mu'ti mengatakan penyelenggaraan acara ini berkat dukungan Polri, Dinas Pendidikan, Himpunan Psikologi, hingga guru, dan pejabat kawasan setempat. Dia melihat MPLS di SDN Srengseng Sawah 15 berlangsung lancar.
"Anak-anak juga kelihatan semuanya gembira, tidak ada ketakutan sama sekali. Dan ini yang ingin kita tumbuhkan terus sesuai dengan semangat dan juga sesuai dengan kebijakan kita MPLS yang ramah," ungkapnya.
Selanjutnya, Mu'ti menyebut trauma healing ini bekerja sama dengan Himpunan Psikologi dan Polri untuk memberikan penyuluhan kepada orang tua. Kemudian pihaknya juga akan terus memantau MPLS di sekolah tersebut pascateror bom.
"Jadi orang tuanya juga tadi sudah dikumpulkan, diberikan penyuluhan untuk memberikan semangat ke anak-anaknya dan juga menciptakan situasi yang kondusif. Termasuk juga tentu saja untuk selanjutnya akan ada terus pemantauan dari kementerian dan juga Dinas Pendidikan," ucap dia.
Pelaku Ditangkap
Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait ancaman teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku pria berinisial MY (34) sudah ditangkap.
"Untuk pelaku satu orang inisial MY yang beralamat di sekitar lokasi kejadian sekolah sudah diamankan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Polisi mengungkapkan fakta lain terkait sosok MY. Ternyata MY adalah orang tua salah satu siswa di sekolah tersebut.
"Setelah pelaku diamankan, ternyata anaknya pelaku juga bersekolah di sekolah tersebut," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin kepada wartawan, Senin (13/7).
Iman mengatakan pelaku sempat menjemput anaknya setelah mengirimkan pesan tersebut. Sebagaimana diketahui, para siswa di SDN itu dibubarkan dan diminta pulang setelah adanya teror bom.
"Tadi pagi yang bersangkutan sempat juga menjemput anaknya dari sekolah pada saat diberitahukan ada teror terkait dengan ancaman bom tersebut," imbuhnya.
Pelaku mengaku iseng saat mengirimkan ancaman teror ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Pesan itu diketahui diterima oleh salah seorang guru dan pegawai tata usaha (TU) sekolah.
Pelaku juga sempat melakukan panggilan telepon lantaran pesan ancamannya itu tak dibalas. Dalam pesan tersebut, si pelaku mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik.
Berikut isi ancaman tersebut:
SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA, DIHARAAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI INI AKAN MELEDAK DAN KAMI SUDAH MENYIAPKAN 11 TITIK...!!!
Sebagai informasi, ancaman teror itu dikirimkan saat siswa sedang melakukan upacara pagi tadi. Setelah penyisiran Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror, tidak ditemukan adanya bahan peledak di lokasi.
Pelaku saat ini masih berstatus sebagai saksi. Polisi akan memeriksa kejiwaan pelaku untuk memastikan motif teror ancaman bom tersebut.
Simak juga Video: Pramono Pastikan MPLS di SDN Jaksel Tetap Jalan usai Teror Bom
(tsy/whn)