Dicari Pemilik Kamar No 19 J di Apartemen Taman Anggrek!

Dicari Pemilik Kamar No 19 J di Apartemen Taman Anggrek!

- detikNews
Jumat, 23 Nov 2007 17:48 WIB
Jakarta - Mesin pemutar DVD di kamar no 19 J, Tower 3 Apartemen Taman Anggrek masih menyala. Sang empunya kamar sepertinya tergesa-gesa meninggalkan kamar dengan beberapa ruangan itu.
 
Di dalam mesin pemutar DVD itu, masih ada cakram film Hongkong berjudul 'Man and White'. Tak hanya itu, kopor dan brankas uang senilai Rp 2,4 miliar dan US$ 60 ribu pun masih tergeletak di kamar.
 
"Kita baru saja mendapatkan informasi mengenai kamar ini dari Lim Ji Wee (tersangka pengedar ektasi asal Malaysia)," kata Direktur Narkoba Polri Brigjen Pol Indradi Tanos sesaat sebelum penggerebekan kamar itu.
 
Nyanyian Jim memang merdu. Menurut Indradi, sang tersangka menyebutkan bahwa Stephen (bandar ektasi asal Malaysia) memiliki mobil Toyota Fortuner bernopol B I79 CF.
 
"Kita lalu mencari mobil ini di tempat parkir, dan ternyata mobil itu dimiliki oleh pemilik kamar ini," tambah Indradi.
 
Petugas berpakaian preman pun sempat mengokang senjata laras pendek mereka. Karena diduga Stephen berada di dalam kamar.
 
"Stephen in the name of law, open the door," ucap seorang petugas sambil menggendor pintu. Namun tidak ada jawaban dari dalam kamar.
 
"Sepertinya dia sudah kabur, mungkin setelah tahu teman-temannya ditangkap," bisik seorang petugas.
 
Teman-teman Stephen memang ditangkap masih di area yang sama, hanya berbeda tower saja. Akhirnya dipanggillah tukang kunci untuk membuka. Setelah pintu berhasil dibuka, kamar dengan banyak hiasan ornamen China serta patung hewan ini terlihat kosong.
 
"Dia tinggal bersama teman wanitanya. Ini buktinya ada obat kuat dan kondom," ucap seorang petugas sambil tersenyum.
 
Penggeledahan dilakukan di kamar tersebut. Beberapa saat kemudian, ditemukan barang bukti uang dan sejumlah dokumen seperti paspor dan bukti penyewaan apartemen.
 
"Kamar ini kosong, tapi kita temukan barang bukti uang hasil penjualan ektasi," imbuh Indradi.
 
Kini, kamar tempat sang bandar ektasi asal Malaysia itu pun habis diobrak-abrik petugas. Tapi entah di mana sang pemilik kamar berada sekarang. Hanya DVD nya yang masih menyala yang ditinggalkannya.
 
"Kita sudah mengirimkan red notice ke interpol," tutup Indradi.
(ndr/ana)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait