Akbar Masih Bisa Ikuti Penjaringan Capres di Golkar
Jumat, 23 Nov 2007 02:01 WIB
Jakarta - Meski sudah mundur dari panggung politik, jejak politik Akbar Tanjung ternyata masih membekas di tubuh Partai Golkar. Bahkan peluang Akbar untuk ikut maju dalam penjaringan capres 2009 masih terbuka."Pak Akbar masih bisa, tapi kalau hasil survei dia masuk nominasi. Karena mekanisme sekarang berdasarkan survei, dan survei itu berdasarkan aspirasi rakyat," ujar Wasekjen Golkar Rully Chairul Azwar kepada detikcom di sela-sela Rapimnas III Partai Golkar di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng,Jakarta, Kamis (22/1/2007).Menurut Rully, mekanisme pejaringan capres yang akan digunakan untuk Pilpres 2009 hanyalah penyempurnaan dari konvensi 2004. Karena itu, lanjut dia, mekanisme konvensi yang dipakai pada 2004 tidak dihapuskan secara total. Sementara itu, Ketua Departemen Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) Partai Golkar Yuddy Chrisnandi menyayangkan langkah Akbar yang terlalu cepat untuk mundur dari panggung politik. Menurutny, Akbar masih memiliki peluang lebar untuk kembali berkiprah di dunia politik. "Sebaiknya Pak Akbar jangan tergesa-gesa mundur dari politik," ujar Yuddy.Yuddy juga mengatakan, Akbar pantas disebut sebagai maestro politik karena kontribusinya yang besar terhadap politik Indonesia. Mantan Ketum Golkar itu, lanjutnya, juga layak dijadikan sebagai guru bangsa."Banyak juga hal-hal positif yang bisa diambil dari beliau," cetusnya. Bahkan anggota Komisi I DPR ini berharap Akbar bisa kembali ke panggung politik. Apakah artinya ikut dalam penjaringan capres jika seandainya Rapimnas Golkar memutuskan kembali mekanisme konvensi?"Ya, kalau Pak Akbar terpanggil untuk perbaiki bangsa ini, Pak Akbar harus terus berkiprah. Mungkin sampai bosan," tandasnya.
(rmd/ary)











































