Atasi Macet gegara Truk, Jalan Bojonegara Cilegon Bakal Dilebarkan

Atasi Macet gegara Truk, Jalan Bojonegara Cilegon Bakal Dilebarkan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 07 Jul 2026 10:11 WIB
Jalan Bojonegara di Serang yang sempit namun jadi jalur perlintasan truk-truk besar(dok.Polres Cilegon)
Foto: Jalan Bojonegara di Serang yang sempit namun jadi jalur perlintasan truk-truk besar (dok.Polres Cilegon)
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan melebarkan Jalan Raya Bojonegara, Kota Cilegon. Pelebaran itu untuk mengatasi masalah macet karena banyaknya truk di kawasan industri itu.

Diketahui, ruas jalan nasional sepanjang 31,42 kilometer itu merupakan akses utama kendaraan dari dan menuju kawasan industri Bojonegara, kawasan tambang, serta Pelabuhan Bojonegara Bulk Terminal (BBJ). Tingginya mobilitas kendaraan berat selama ini menyebabkan kemacetan karena jalur tersebut juga digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk menuju sekolah dan fasilitas kesehatan.

"Kondisi jalan ini sudah tidak lagi memadai untuk kawasan industri yang terus berkembang. Karena itu kami mengusulkan pelebaran agar kebutuhan masyarakat dan industri dapat terlayani secara seimbang," ujar Gubernur Banten Andra Soni, Selasa (7/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Andra, pelebaran bukan hanya untuk memperlancar distribusi logistik, tetapi juga memberi rasa aman kepada masyarakat. Jalan tersebut juga merupakan akses yang ramai digunakan oleh masyarakat sehari-hari.

"Sebagai bentuk komitmen percepatan, kami telah menyiapkan DED pelebaran jalan empat lajur dan akan mendukung proses pengadaan lahan sehingga pembangunan dapat segera memasuki tahap konstruksi," ucap Andra.

Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan awal akan dilakukan dengan memanfaatkan ruang sempadan jalan yang tersedia sehingga badan jalan dapat diperlebar sekitar satu meter di setiap sisi. Langkah itu menjadi solusi sementara sebelum pembangunan jalan empat lajur direalisasikan.

"Harapannya jalan ini menjadi empat lajur. Masyarakat tetap menjadi prioritas, tetapi aktivitas industri juga harus terus berjalan agar perekonomian Banten semakin maju," katanya.

Selanjutnya, Kementerian PU akan menyiapkan skema pendanaan, sementara Pemerintah Provinsi Banten bersama pemerintah Kabupaten Serang dan Kota Cilegon akan menangani proses penyiapan lahan sehingga pembangunan dapat segera direalisasikan.

Kepala Dinas PUPR Banten Arlan Marzan mengatakan bahwa pelebaran ini diharapkan bisa mengatasi masalah kemacetan.

"Melalui sinergi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Banten, pelebaran Jalan Serdang-Bojonegara-Merak diharapkan mampu mengurangi kemacetan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar distribusi logistik," ujarnya.

Pemprov Banten menargetkan seluruh bidang tanah yang terdampak telah terinventarisasi pada akhir tahun ini. Sehingga, proses sosialisasi dan pengadaan lahan dapat dilaksanakan pada 2027.

Menurut Arlan, pelebaran jalan direncanakan dilakukan secara bertahap dengan prioritas sekitar 10 kilometer pada tahap pertama. Lebar ruang milik jalan (ROW) akan ditingkatkan dari sekitar 8-10 meter menjadi 25 meter, termasuk penyesuaian sejumlah jembatan pada ruas tersebut.

"Target kami tahap pertama sepanjang 10 kilometer dapat diselesaikan lebih dahulu. Yang terpenting setiap tahapan berjalan tuntas sehingga pembangunan dapat berlanjut sesuai rencana," katanya.

Lihat juga Video Emil Dardak Senada dengan Gus Hans soal Pelebaran Jalan Nasional

(aik/whn)


Berita Terkait