"Saya kira yang namanya demokrasi itu harus ada kontes, tidak boleh ada monopoli. Jadi kalau ada lebih dari satu yang layak, maka konvensi itu wajar," ujar pengamat politik CIDES, Indria Samego, saat dihubungi detikcom, Kamis (22/11/2007).
Indria menilai, dalam rangka memenangkan pemilu 2009, Partai Golkar saat ini sedang menghadapi dilema. Wacana konvensi yang ditanggapi beragam oleh internal partai berlambang pohon beringin itu salah satunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada waktu yang sama, lanjut Indria, Golkar harus menuntaskan persoalan di tingkat daerah. Yakni, gagalnya calon-calon mereka di berbagai ajang pemilihan kepala daerah (pilkada).
"Padahal itu juga strategi untuk memenangkan pemilu. Tokoh-tokoh itu penting, meski pada akhirnya rakyat yang menentukan," imbuhnya.
(irw/fay)











































