Hal itu dilakukan Mbah Hadi saat dibawa ke museum, Rabu(21/11) siang oleh polisi. Mbah Hadi yang saat itu mengenakan seragam tahanan Poltabes Solo berwarna biru laut, bercelana pendek abu-abu dan memakai sandal dibawa ke museum untuk memastikan kondisi museum sebelum polisi melakukan penyegelan.
Sesaat sebelum meninggalkan museum, Mbah Hadi masuk keruang kerjanya dan mengambil setumpuk kertas yang berisi fotokopian daftar pawukon. Daftar itu lantas dibagi-bagikannya kepada para polisi yang mengawalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya daftar itu ia bagikan kepada orang-orang yang datang ke museum untuk berkonsultasi kepadanya.
Setelah memastikan kondisi museum, petugas unit Olah TKP Poltabes Solo lantas menyegel museum. Penyegelan dilakukan dengan memasang police line di sekeliling pagar museum dan mengganti gembok gerbang utama museum.
Kasatreskrim Poltabes Solo AKP Syarif Rahman saat ditemui di sela-sela penyegelan menyatakan bahwa tindakan ini dilakukan untuk memudahkan penyidikan.
"Karena dalam waktu dekat kita akan menggelar rekonstruksi. Jadi kondisi museum harus diusahakan tidak berubah sedikitpun," katanya.
(djo/djo)











































