Penggeledahan pertama di rumah yang beralamatkan di Jl. Kemang V/21C RT.9 RW.5 Kel. Bangka Kec. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan itu dilakukan pada Selasa (20/11/2007) malam. Selang 12 jam kemudian, Rabu (21/11/2007) pagi, rumah itu digeledah lagi.
Informasi ini didapatkan detikcom dari seorang pekerja yang bekerja di rumah Hashim. "Polisi datang sekitar pukul 09.00 WIB. Saya tidak tahu jumlah arca yang dibawa tadi. Semalam juga ada polisi datang dan membawa arca milik Pak Hashim," ujar Roy - panggilan orang tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu pun saat makan pagi atau siang saja. Setelah itu nggak ketahuan ke mana. Untuk jelasnya coba hubungi kantornya di lantai 6 Menara Bidakara," saran dia.
Kediaman Hashim sendiri berada di dalam sebuah cluster mini yang terdiri dari tiga rumah saja. Tiga rumah itu masing-masing dimiliki tiga anak begawan ekonomi, Alm. Hasjim Djojohadikusumo.
"Hanya Pak Prabowo (kakak Hashim-red) yang sering ada di rumah. Tapi sekarang sedang di luar negeri untuk urusan butik beliau," tambah Roy.
Pagar kayu warna coklat mengelilingi cluster mini tersebut. Dari balik pagar, terlihat sebuah jalan sempit memanjang diapit pohon Kamboja yang berujung pada garasi berisi sebuah SUV warna hijau tua.
Kediaman pengusaha yang diduga disebut-sebut terlibat penadah benda seni curian itu justru bertetangga dengan rumah dinas Wakapolri Komjen Pol Makbul Padmanegara.
(lh/asy)











































