'Lalaki Langit' Dikritik, Gerindra Ingatkan Bupati Purwakarta Jaga Sikap

'Lalaki Langit' Dikritik, Gerindra Ingatkan Bupati Purwakarta Jaga Sikap

Dwi Rahmawati - detikNews
Kamis, 02 Jul 2026 11:36 WIB
Juru bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso.
Juru bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso. (Dok. Istimewa/Gerindra)
Jakarta -

Juri bicara (jubir) Partai Gerindra Sugiat Santoso menyayangkan lagu 'Lalaki Langit' karya Saepul Bahri Binzein yang merupakan Bupati Purwakarta. Sugiat menyebut pihaknya telah mendengar klarifikasi lagu tersebut diciptakan sebelum Zein menjadi bupati.

"Ya kalau kita kan prinsipnya kita sudah mendengar langsung, ya, misalnya klarifikasi yang disampaikan Bupati Purwakarta terkait dengan lagu itu. Lagu itu dibuat jauh sebelum dia jadi bupati ya, berdasarkan klarifikasinya," kata Sugiat kepada wartawan, Kamis (2/7/2026).

Wakil Ketua Komisi XIII DPR itu mengatakan peristiwa yang menjadi sorotan publik ini mesti menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Ia menilai membuat sebuah karya harus mengedepankan norma dan budaya yang ada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi yang paling penting pesan mau disampaikan bahwa ya ini jadi pelajaran lah bahwa setiap anak bangsa, bukan hanya kepala daerah ya, untuk membuat karya-karya seni yang itu akan dinikmati oleh publik, itu ya memang harus menjaga, menjaga apa norma-norma," kata Sugiat.

"Menjaga etika, menjaga ya nilai-nilai yang ada di budaya-budaya kita kan. Apalagi jangan sampai kesannya malah melecehkan salah satu pihak, ya kan. Itu yang pertama," tambahnya.

Gerindra, kata Sugiat, sudah meminta kepala daerah untuk fokus menyejahterakan rakyat. Ia mengatakan setiap pihak harus mengedepankan keteladanan dalam bersikap dan berbicara.

"Yang kedua, saya pikir ini juga pelajaran bagi siapa pun, khususnya kepala daerah, untuk lebih fokus ke tugas dan fungsinya sebagai kepala daerah untuk menyejahterakan rakyatnya kan, dan memberikan keteladanan. Keteladanan dalam berbicara, keteladanan dalam bersikap, keteladanan dalam bertingkah laku. Dan supaya ini pelajaran bagi kita semua, saya pikir itu," ungkapnya.

Sugiat menyebut secara informal kasus yang menyeret nama Bupati Purwakarta ini sudah dibicarakan di lingkup partai. Sugiat mengingatkan adab mesti dijaga dalam setiap tingkah laku pejabat publik.

"Ya secara formal belumlah, tapi kan saya pikir pimpinan-pimpinan kami kan sering berkomunikasi baik secara informal dengan kader-kadernya, baik di legislatif maupun eksekutif. Saya pikir secara informal sudah, sudah diingatkan, disampaikan. Bukan hanya ke konteksnya ke Bupati Purwakarta, di setiap rapat-rapat kita kan juga kita selalu diingatkan untuk menjaga sikap, menjaga tingkah laku, menjaga bicara-bicara," kata dia.

Sugiat menyebut karya dari Zein itu dibuat sebelum menjadi kepala daerah. Kendati demikian, ia menyesalkan lantaran isi dari lagu tersebut bernada merendahkan perempuan.

"Sebetulnya kan kalau dari kontennya memang ya tidak ya tidak apalah, tidak menjaga perasaan perempuanlah kan. Ya kita sayangkanlah kenapa bisa dia buat lirik seperti itu kan. Misalnya buat lagu, buat lagu aja, tapi jangan sampai lirik-liriknya malah menyinggung perasaan suatu kelompok masyarakat kan," ujar dia.

Sebelumnya, lagu ciptaan Saepul Bahri Binzein berjudul 'Lalaki Langit' mendapatkan kritikan tajam usai liriknya dianggap merendahkan perempuan. Waka Komisi II DPR Dede Yusuf meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bertindak.

"Mendagri sebagai pembina kepala daerah harus meminta klarifikasi bupati. Dan bisa memberikan teguran agar pemerintahan tetap berjalan sesuai peraturan yang ada," ujar Dede Yusuf lewat pesan singkat, Kamis (2/7).

Sementara itu, Zein sudah meminta maaf usai lirik lagu 'Lalaki Langit' dianggap menyinggung perasaan perempuan. Ia menjelaskan video dan lirik lagu itu diciptakan pada 2020 sebelum ia menjabat bupati.

"Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu, saya nakal dan bersyukur Tuhan menciptakan saya jadi lelaki, mungkin jika saya diciptakan jadi perempuan terjadi apa yang saya pikirkan karena saya belum bisa jaga diri," ujar Bupati Purwakarta saat dikonfirmasi, seperti dilansir detikJabar, Rabu (1/7).

Tonton juga video "Prabowo-Jokowi Saling Beri Hormat, Gerindra: Artinya Komunikasi Baik"

Halaman 2 dari 2
(rfs/gbr)


Berita Terkait