Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia Pagi Ini

Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia Pagi Ini

Antara - detikNews
Kamis, 02 Jul 2026 08:17 WIB
Aktivitas masyarakat Jakarta kembali normal usai libur Lebaran 2026 dengan lalu lintas mulai padat di berbagai ruas, Selasa (31/3/2026). Namun kualitas udara memburuk, warga diimbau gunakan masker.
Ilustrasi Polusi Udara (Mohammad Farrel/detikFoto)
Jakarta -

Kualitas udara di Jakarta masuk kategori tidak sehat dan menduduki peringkat pertama sebagai kota dengan udara terburuk di dunia pagi ini. Indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 174 atau masuk kategori tidak sehat.

Dilansir Antara, Kamis (2/7/2026), merujuk data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.50 WIB, polusi udara PM2.5 dan nilai konsentrasi 73 mikrogram per meter kubik. Angka itu memiliki penjelasan tingkat kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Situs tersebut juga merekomendasikan terkait kondisi udara di Jakarta, yaitu sebaiknya masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika berada di luar ruangan, perlu memakai masker, kemudian menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara kategori baik adalah tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan, ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50. Kemudian, kategori sedang ialah kualitas udaranya tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan, tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

Lalu, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.

Kota dengan kualitas udara terburuk urutan kedua adalah Chengdu, China, di angka 156. Urutan ketiga ditempati Kinshasa Democratic Republic of the Congo di angka 154; urutan keempat Addis Ababa, Ethiopia, di angka 149; dan di urutan kelima ada Kampala, Uganda, di angka 142.

Adapun Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta meluncurkan platform perantau kualitas udara terintegrasi yang didukung 31 titik Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) tersebar di wilayah kota metropolitan tersebut.

Dari SPKU tersebut, data yang diperoleh kemudian ditampilkan melalui platform pemantau kualitas udara. Hal ini dibuat sebagai penyempurnaan dari yang sudah ada sebelumnya dan sesuai dengan standar yang berlaku secara nasional.

Laman ini juga menampilkan data dari 31 SPKU di Jakarta yang mengintegrasikan data dari SPKU milik DLH Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), World Resources Institute (WRI) Indonesia, dan Vital Strategies.

Simak juga Video 'Langit Jakarta Cerah, Kualitas Udara Hari Ini Sehat!':

(fca/fca)


Berita Terkait