"Padahal saya sudah berjualan 10 tahun lebih di sini," ujar pedagang nasi padang, Darniah, 52, seraya sibuk membenahi sisa-sisa gusuran.
Penggusuran yang dilakukan sejak pagi hingga siang ini hanya ditanggapi dengan kepasrahan. Mereka mengaku telah lelah untuk melawan. Sisa-sisa tenaga mereka digunakan untuk menyelamatkan barang-barang dagangannya.
"Biarlah lapak kami digerus alat berat. Apalagi, jumlah mereka sangat banyak," kata pemilik warung kopi, Marni,43, dengan lesu.
Penggusuran yang melibatkan lebih 200 Satpol PP dari Kecamatan Kebayoran Baru ini usai seiring hujan lebat mengguyur. Tampak puluhan pemulung ikut mencari rezeki dengan mengais-ngais sisa-sisa lapak. "Yah, kami nggak tagu harus ke mana. Lihat aja nanti," ujar pedagang celana, Syamsul, 37, dengan lusuh.
Satpol PP meratakan lapak para PKL tersebut. "Mereka sudah dikasih surat peringatan 3x24 jam. Selain itu, mereka juga telah sepakat untuk pindah. Jadi,sekarang kami tindak tegas," ujar Camat Kebayoran Baru Fatria di tengah-tengah puing lapak. (asp/nrl)











































