Aksi para sopir angkutan umum ini dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (19/11/2007). Mereka konvoi keliling kota Serang dengan kendaraan masing-masing.
Di tengah jalan, para sopir ini mencegat angkot yang masih beroperasi. Mereka memaksa para penumpang turun dan meminta sopirnya ikut bergabung. Para penumpang hanya bisa pasrah mendapatkan perlakukan anarkis tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun setelah sekian lama, pejabat yang ditunggu tak juga muncul. Para sopir ini akhirnya kehilangan kesabaran dan menerobos masuk. Mereka memeriksa sejumlah ruangan mencari Kepala Dishub Banten, Suroto. Aksi ini membuat banyak pegawai Dishub Banten ketakutan.
Sebelum muncul aksi yang lebih brutal lagi, massa akhirnya bisa ditenangkan oleh polisi. Mereka diminta keluar dan hanya berorasi di halaman Dishub Banten.
Dalam orasinya, para sopir angkot ini mengeluhkan pengaturan trayek angkutan umum saat ini. Menurut mereka, banyak trayek yang tumpang tindih. Hal ini membuat pendapatan para sopir terus merosot.
"Angkutan Pedesaan bisa masuk seenaknya ke dalam kota Serang. Begitu juga dengan angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP)," ujar seorang sopir. (djo/nrl)











































