Tak Masalah Bila SBY & Kalla Tak Ada di Indonesia
Senin, 19 Nov 2007 07:38 WIB
Jakarta - Anggota komisi I DPR Yusron Izha Mahendra menilai tidak ada masalah jika presiden dan wakilnya tidak berada di Indonesia. Menurutnya sudah ada para menteri yang dapat mengantikannya jika terjadi keadaan darurat. Tapi bagaimana kalau ada kudeta?"Tidak ada masalah masih ada menteri yang lain, sehingga jalannya pemerintahan tidak terganggu," kata kata adik mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Izha Mahendra itu saat dihubungi detikcom, Senin (19/11/2007).Menurut Yusron, jika ada keadaan genting kedua pemimpin bangsa ini dapat dihubungg melalui telepon."Presiden juga kan perginya dekat cuma di Singapura, kalau ada apa-apa kan bisa balik ke Indonesia," ungkapnya.Ternyata jadwal kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Indonesia berubah. Menurut jadwal di Biro Pers dan Media Massa Wakil Presiden, Kalla baru akan tiba pada 20 November dini hari.Namun setelah dikonfirmasi, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa memastikan, Kalla akan tiba di Bandara Halim Perdana Kusumah pagi ini. Hatta juga memastikan, SBY tidak akan terbang sebelum Kalla tiba di Jakarta.Hal itu juga dibenarkan oleh Staf Khusus Wapres Mukhlis Hasyim. Menurutnya, Kalla akan tiba pagi ini dan langsung melepas Presiden SBY.
(nal/ken)











































