Laporan dari Stockholm
Indonesisk Marknad Ajang Unjuk Kebudayaan
Sabtu, 17 Nov 2007 23:50 WIB
Den Haag-Stockholm - Masyarakat Swedia menyambut hangat Indonesisk Marknad alias Pasar Malam yang digelar di Stockholm hari ini, 17/11/2007. Even ini menjadi ajang unjuk kebudayaan.Diselenggarakan atas kerjasama KBRI Stockholm dengan Swedish-Indonesian Society (SIS), Indonesisk Marknad kali ini menjadi istimewa dengan mencuatnya isu kebudayaan belakangan ini.Masyarakat Swedia dapat menyaksikan karya kebudayaan bangsa Indonesia yang ditampilkan, mencicipi kulinari lezat dan legit menggigit, serta kerajinan tangan khas Indonesia."Berbagai tarian dan busana daerah mendapat perhatian khusus dari pengunjung. Tampilan musik dan lagu-lagu daerah, yang dimainkan anak-anak Indonesia dan sahabat mereka anak-anak Swedia, juga disambut hangat," demikian seperti disampaikan Korfungsi Infososbud KBRI Stockholm Dewi Carina kepada detikcom sore ini.Menurut Dewi, produk kain batik dari berbagai daerah juga ditampilkan. Tujuannya untuk menumbuhkan minat dan ketertarikan pengunjung terhadap produk batik, yang merupakan warisan leluhur bangsa Indonesia. Indonesisk Marknad di Stockholm sudah mentradisi sejak 14 tahun lalu. Pada edisi ke-14 tahun ini, even tersebut menekankan pada suguhan seni budaya, kulinari dan produk khas Indonesia untuk menunjukkan kepada masyarakat Swedia tentang kebudayaan Indonesia.Di samping itu, Indonesisk Marknad juga dimanfaatkan KBRI untuk promosi pariwisata dengan stand yang menyajikan berbagai macam informasi, termasuk wisata petualangan dan MICE (Meeting, Incentive, Conference and Exhibition). Minat para pengunjung untuk berwisata ke Indonesia cukup besar. Selain tujuan pulau Bali dan Lombok, daerah lainnya seperti Sulawesi dan Jawa juga semakin diminati oleh warga Swedia.Dikatakan, bahwa Indonesisk Marknad yang menjadi wahana bernostalgia bagi warga Indonesia dan Swedia ini setiap tahunnya berkembang semakin besar. Direncanakan untuk 2008 mendatang, Indonesisk Marknad ini akan diupayakan lebih besar dan meriah lagi dengan berbagai promosi kebudayaan dan pariwisata sesuai dengan program pemerintah Visit Indonesia 2008.
(es/es)











































