Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, mengungkap alasan tarif baru bus Transjabodetabek belum diputuskan. Dia mengatakan ada sejumlah aspek yang masih dikaji.
"Soal kenaikan tarif masih pembahasan, nanti Pak Gubernur yang akan sampaikan," kata Welfizon di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (15/6/2026).
Dia mengatakan skema tarif berbasis jarak seperti MRT Jakarta atau tarif flat juga masih dibahas. Welfizon mengatakan tarif baru akan diumumkan setelah ada kesepakatan.
"Masih dibahas. Pastinya kita mendengarkan semua masukan, kondisi, masih dibahas. Nanti biar disampaikan oleh Pak Gubernur," ujarnya.
Menurutnya, ada berbagai faktor yang dipertimbangkan. Setidaknya, ada lima faktor yang dibahas.
"Ya kan banyak hal yang harus dipertimbangkan. Ada fiskal, layanan, kondisi masyarakat, ability to pay (kemampuan bayar), willingness to pay (kemauan bayar)," jelasnya.
Ketika ditanya apakah tarif Rp 10 ribu berpeluang diterapkan, Welfizon kembali menegaskan seluruh opsi masih dalam tahap kajian.
(bel/haf)