Gazper 34 Tidak Suka Kekerasan

Gazper 34 Tidak Suka Kekerasan

- detikNews
Kamis, 15 Nov 2007 08:54 WIB
Jakarta - Nama Gazper 34 dicetuskan angkatan 2000 SMUN 34 Jakarta. Angkatan 2000 tidak pernah menganggap Gazper sebagai geng, organisasi, maupun kelompok. Gazper pun tidak menyukai kekerasan."Gazper 34 bukanlah geng yang melakukan kaderisasi dan memiliki tradisi kekerasan," ujar Ketua Ikatan Alumni Angkatan 2000 SMUN 34 Sardianto Joyo Soeyono dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Rabu (14/11/2007).Sardianto pun membeberkan sejarah berdirinya Gazper 34. Pada 27 Juli 1998, angkatan 2000 mengadakan demonstrasi skala besar di dalam gedung lama SMUN 34. Mereka menuntut pihak sekolah untuk melakukan renovasi gedung. Hal ini menjadi ide dasar penamaan angkatan 2000 sebagai Gerakan Sizwa Pejuang Renovasi atau disingkat Gazper.Gedung SMUN 34 akhirnya dibangun ulang pada 1999. Akibatnya, aktivitas belajar mengajar berpindah tempat ke gedung SMPN 85 Pondok Labu, Jakarta. Proses kegiatan belajar mengajar pun dinilai tidak nyaman oleh siswa lantaran harus menumpang pada gedung sekolah lain."Bentuk dukungan Gazper I yakni angkatan 2000 kepada adik-adik kelas maupun siswa baru SMUN 34 antara lain adalah mengadakan bazaar buku pelajaran bekas layak pakai yang harganya 50% lebih murah dari harga buku baru yang dijual di pasaran," imbuh Sardianto.Dengan modal nol rupiah, Gazper I mengadakan pentas musik dan seni yang dibuka untuk alumni, senior, junior dan umum pada 12 September 1998. Acara serupa digelar pada 12 September 1999. Dalam dua event ini, Gazper I mengumpulkan uang dengan mengamen di tempat-tempat anak muda Jakarta dan berjualan kue-kue kecil sumbangan dari angkatan 2000 sendiri."Melihat angkatan 2000 terkenal kompak dan kreatif karena mencontoh kakak kelas sebelumnya angkatan 1998, maka adik kelas kami yang dimulai dengan angkatan 2001 meneruskan pemakaian nama angkatan Gazper I tersebut menjadi Gazper II. Pemakaian ini ternyata terus berlanjut sampai sekarang tanpa ada campur tangan dari Gazper I," beber Sardianto.Gazper I, sambungnya, juga selalu menanamkan pentingnya solidaritas antar angkatan. Mereka juga konsisten menghilangkan jarak antar angkatan yang umumnya terjadi di sekolah-sekolah khususnya tingkat SMU."Karenanya, penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pelajar SMUN 34 murni tindakan individual dan tidak ada sangkut pautnya dengan konsep Gazper pada awalnya. Oknum yang telah terbukti dengan sengaja melakukan tindak kekerasan jelas harus ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku," tandas Sardianto. (nvt/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads