Laporan dari Den Haag
RI-Belanda Bahas Tindak Lanjut Bantuan dan Kerjasama Perdagangan
Rabu, 14 Nov 2007 22:38 WIB
Den Haag-Rotterdam - Dibicarakan antara lain tindak lanjut bantuan untuk memperkuat kelembagaan dan kualitas kebijakan perdagangan dan investasi, serta bantuan teknik Belanda untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM).Demikian agenda kunjungan kerja Menteri Perdagangan RI Mari Elka Pangestu ke Belanda yang akan berlangsung selama dua hari, 13/11 hingga hari ini 14/11/2007. Mendag membawa delegasi perdagangan dalam jumlah besar, terdiri dari 20 pengusaha, didampingi pejabat Deplu, Departemen Perdagangan, Departemen Pekerjaan Umum, Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, BPEN, BKPM, dan DKI Jakarta.Delegasi Mendag ini dipertemukan dengan 60 pengusaha Belanda pada Indonesia Business Forum di World Trade Center (WTC) Rotterdam yang telah berlangsung kemarin dan Mixed Commission ke-19 RI-Belanda di Den Haag pada hari ini, 14/11/2007. Nama-nama besar yang ikut ambil bagian antara lain Shell, Metal Base Company, Jortech Energy BV, Association of Flower Auction, Asiades Furniture Direct dan dan ABN AMRO Bank.Menurut siaran pers KBRI Belanda, selama kunjungan kerja di Belanda, Mendag juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri Frank Heemskerk dan Menteri Perekonomian M.J.A. van der Hoeven.Dalam pertemuan bilateral tersebut akan dibicarakan tindak lanjut Letter of Intent (LoI) tentang Program Kerjasama Pembangunan Kapasitas dalam rangka proyek Strengthening Trade and Investment Policies (STIP). Ini adalah bantuan untuk memperkuat kelembagaan dan kualitas kebijakan perdagangan dan investasi, yang telah ditandatangtani oleh Mendag RI dan Menteri Perekonomian Belanda pada 28/6/2006.Di samping itu juga dibahas (hari ini, red) bantuan teknik Belanda untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan pengembangan energi alternatif seperti Bahan Bakar Nabati (BBN) alias biofuel. Selain itu juga bantuan teknik untuk memperkuat dan meningkatkan kualitas kebijakan serta pemanfaatan Belanda sebagai pintu gerbang produk-produk Indonesia ke pasar Uni Eropa (UE) dan sebaliknya Indonesia sebagai pintu gerbang produk-produk Belanda ke kawasan Asia Tenggara.NeracaDalam bidang perdagangan, Belanda merupakan salah satu mitra dagang terpenting Indonesia di kawasan Eropa. Total perdagangan kedua negara pada 2006 mencapai US$ 3,034 milyar dengan ekspor Indonesia ke Belanda sebesar US$ 2,518 milyar dan impor sebesar US$ 0.516 milyar. Pada periode Januari-Agustus 2007, total nilai perdagangan kedua negara mencapai US$ US$ 2.398 juta atau naik 19.25% dibanding periode yang sama pada 2006 sebesar US$2.011 juta. Total ekspor Indonesia ke Belanda tahun 2007 (Januari-Agustus) sebesar US$ 1.841 juta dengan nilai impor sebesar US$ 557 juta.Neraca perdagangan pada periode 2004-2006 selalu menunjukkan surplus bagi Indonesia. Pada tahun 2006, surplus bagi Indonesia sebesar US$ 2 milyar (naik 7,43%) dibanding periode yang sama tahun 2005 surplus US$ 1,8 milyar. Sedangkan tahun 2007 (Januari-Agustus) Indonesia mendapatkan surplus sebesar US$ 1.285 juta. Di bidang investasi hingga posisi Agustus 2007, investasi Belanda di Indonesia mencapai US$ 172,7 juta, meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun 2006 tercatat hanya sebesar US$ 78,2 juta.Pada 2006, Gross Domestic Product (GDP) Belanda sebesar US$ 630 milyar dengan kontribusi terbesar dari sektor jasa sebesar 45% dan industri manufaktur 18%. Diperkirakan GDP tahun 2007 akan mencapai Euro 556 milyar (sekitar US$ 834 milyar) dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,75%. Pada tahun 2008 GDP Belanda akan mencapai Euro 582 milyar (sekitar US$ 873 milyar).
(es/es)











































