Bahasa dan Sastra Daerah Bisa Selamatkan Indonesia
Senin, 12 Nov 2007 15:15 WIB
Bandarlampung - Bahasa dan sastra daerah jangan pernah dianggap remeh. Sebab keduanya bisa menyelamatkan bangsa Indonesia terpaan negatif globalisasi.Hal tersebut diungkapkan Agus Sri Danardana, kepala Kantor Balai Bahasa Lampung, kepada detikcom, Senin (12/11/2007), di sela-sela Kongres Bahasa-Bahasa Daerah Wilayah Barat, di Hotel Marcopolo, Jalan Dr. Susilo, Bandarlampung, Lampung."Ada beberapa karakter budaya Nusantara yang masih terjaga dalam bahasa dan sastra daerah, seperti identitas diri, tata krama, adat-istiadat. Ini merupakan modal yang mungkin dapat menjaga kita dari ancaman negatif globalisasi, sehingga kita tidak kehilangan identitas," kata Agu. Oleh karena itu, sambung Agus, sangat mendesak bila pemerintah pusat dan pemerintah daerah tetap memberikan pelajaran bahasa dan sastra daerah di sekolah dalam berbagai jenjang."Salah satu tujuan dari kongres ini untuk menyusun strategi, termasuk mendesign dasar hukumnya di daerah," kata Agus.Sementara Asisten III Kesra Pemerintah Lampung Dr. Husodo Hadi, yang menjadi pembicara mewakili gubernur Lampung, saat diskusi mengatakan ada tiga langkah untuk melestarikan bahasa dan sastra daerah.Pertama, bahasa dan sastra daerah wajib diajarkan di sekolah. Kedua, nama-nama jalan, bangunan, komplek perdagangan, menggunakan bahasa daerah. Ketiga, media massa wajib membuka rubrik bahasa dan sastra daerah.Kongres yang berlangsung hingga Selasa (13/11/2007) besok ini menghadirkan 25 perwakilan provinsi di Indonesia, serta undangan dari kalangan birokrat, seniman, akademisi, dan pers.
(tw/djo)











































