Laks Desak Mega & Boediono Diperiksa Kasus VLCC

Laks Desak Mega & Boediono Diperiksa Kasus VLCC

- detikNews
Jumat, 09 Nov 2007 12:00 WIB
Jakarta - Mantan Menneg BUMN Laksamana Sukardi sekali lagi mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) agar memeriksa mantan pejabat negara yang terkait penjualan 2 kapal tanker Pertamina (VLCC). Mantan presiden Megawati dan dan mantan menkeu Boediono masuk daftar yang disebut Laks."Kalau kita mau mencari kebenaran, saya kira siapa pun yang terkait harus ditanya, supaya menjadi terang. Tapi itu tergantung penyidik, bukan saya," ujar Laks begitu tiba di Gedung Bundar Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (9/11/2007).Laks tiba di gedung bundar sekitar pukul 10.30 WIB untuk menjalani pemeriksaan lanjutannya sebagai tersangka VLCC. Ia didampingi oleh para pengacaranya. Mengenai keterkaitan Megawati, Laks mengatakan, Megawatilah yang mengalihkan wewenang penjualan 2 kapal tanker pada tahun 2004 dari menkeu Boediono kepadanya. Pengalihan wewenang itu bahkan dilakukan melalui PP No 41 Tahun 2003.Sedangkan keterkaitan Boediono, Laks menuturkan penjualan 2 kapal yang dianggap merugikan negara tersebut rutin dibicarakan dengan Boediono."Karena masalah cash flow pada waktu itu bisa bahayakan perekonomian nasional. Apalagi masalah subsidi BBM, Pertamina masih menunggu belum dibayar, tapi mereka (Depkeu) sudah keluar uang duluan," ujar Laks.Laks yang memakai jas biru dipadu dasi warna merah itu mengimbau agar kedua pejabat tersebut tidak takut bila dimintai keterangan penyidik seputar penjualan kapal tanker itu."Saya kira enggak usah takutlah Ibu Mega dan teman-teman di PDIP khawatir ditanya. Saya datang ke sini juga biasa-biasa saja. Kasih tahu saja kejadiannya seperti apa. Apalagi ini untuk mendukung pemberantasan korupsi," imbuh Laks.Laks tidak bersedia menjawab pertanyaan wartawan apakah ia mendapatkan intimidasi dari kubu Megawati. Namun ia mengatakan intimidasi dalam bentuk apa pun tidak akan mampu memperngaruhinya."Saya tidak jawab itu ya, tapi sekali lagi disebut namanya saja sudah over reacting semua gitu lho," sesal Laks. (irw/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads