Virus Flu Burung Semakin Ganas Karena Ulah Manusia?
Jumat, 09 Nov 2007 04:45 WIB
Jakarta - Keganasan virus tak selamanya timbul akibat mutasi genetik dari pengaruh lingkungan. Contohnya virus flu burung H5N1 muncul akibat kesengajaan dari kelompok riset di Amerika.Hal tersebut diungkapkan Menteri Kesehatana Siti Fadilah Supari di Departemen Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Kamis (8/11/2007).Lembaga yang membuat adalah Global Influenza Surveillance Network (GISN), sebuah lembaga riset di Amerika yang memiliki akses ke WHO. Lembaga itu bekerja dengan mengambil virus influenza dengan gratis dari berbagai negara di dunia selama hampir 50 tahun."Comot dan dicomotin saja. Setor, setor, setor, dari 110 negara," kata Siti Fadillah.Kemudian dari virus itu, lanjut Siti Fadilah, sebagian diteliti untuk dibuat vaksin. "Namanya seasonal flu vaccine dan kemudian dijual dengan harga mahal sekitar US$ 30 sebagai ajang perputaran uang mereka. Semakin banyak uang, semakin mereka bisa menindas kita dengan jalan apa pun juga," ujarnya.Sementara sebagian lagi, lanjut Siti Fadilah, diteliti untuk membuat virus lebih ganas. "Sehingga ketemulah H5N1. Ini juga dibegitukan lagi, sebagian dibikin vaksin sebagian dibikin lebih ganas," urainya.Sebelumnya Siti Fadilah geram dengan ulah WHO yang menyuruh negara pemilik untuk mengirimkan virusnya. Negara pemilik virus ini pun tidak boleh memiliki cadangan virus. Ternyata, sejumlah negara riset di negara adidaya, GISN utamanya, telah mengambil virus dengan gratis dan dikembangkan untuk vaksin dan dijual kembali ke negara pemilik virus dengan harga mahal. Dan semua itu tanpa sepengetahuan dan seizin negara pemilik virus. Mekanisme sharing sample virus selama ini dinilai tidak adil dan tidak transparan.
(mly/mly)











































