Gus Dur Wanti-wanti PBNU Tak Turut Campur Internal PKB

Gus Dur Wanti-wanti PBNU Tak Turut Campur Internal PKB

- detikNews
Rabu, 07 Nov 2007 13:00 WIB
Jakarta - Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi sudah menyatakan tidak ikut urusan dapur PKB kepada 10 Kiai PKB yang mengadu kepadanya. Namun Gus Dur tetap mengingatkan PBNU tidak bisa memaksakan kehendak pada DPP PKB.Bukan tanpa alasan DPP PKB memecat beberapa pengurus PKB di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurut Gus Dur, pembekuan beberapa DPC dan DPW PKB karena mereka diyakini terlibat kecurangan ketika menerima berbagai alokasi dana yang melanggar ketentuan organisasi."PKB menginginkan dibawanya kebersihan dari praktik-praktik keuangan yang curang di berbagai tingkatan untuk menjadi bagian dari demokratisasi. Atas dasar inilah misi perjuangan PKB diletakkan," tekan Gus Dur dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (7/11/2007).Langkah 10 kiai PKB yang meminta 'pencerahan' dari PBNU dianggap salah. "Pertama, secara organisatoris memang PBNU tidak dapat memaksakan kehendak DPP PKB. Kedua, PBNU juga harus memeriksa para anggotanya sendiri, apakah mereka melakukan kecurangan seperti itu atau tidak," sebut Gus Dur dalam pernyataan sikapnya.Pada 6 November 2007, rombongan perwakilan DPW dan DPC PKB se-Jawa yang berjumlah 10 orang menghadap Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi di Kantor PBNU, Jakarta. Mereka adalah Sekretaris Dewan Syuro DPW PKB Jatim Abdul Salam, Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jatim Mas Nidzomudin Haq, Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jatim H Churriyah Imron Hamzah, dan Ketua Dewan Syuro DPC PKB Surabaya Mas Sais.Kemudian Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jabar Effendi Nuruddin, Ketua Dewan Syuro DPW PKB Banten Muhallili, Ketua Dewan Syuro DPC PKB Cirebon Wahid Umar, pengasuh pesantren Al Falah Garut Muchlis Badruzzaman, dan Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Cirebon M Ayub. (ana/sss)


Berita Terkait