Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjawab sejumlah kritik yang disampaikan kepadanya terkait nilai rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS saat rapat kerja di DPR. Perry meyakini rupiah akan menguat pada Juli-Agustus 2026.
Perry awalnya bicara terkait stabilitas nilai tukar rupiah yang ramai dikritik anggota Komisi XI DPR karena tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Perry menjelaskan ada perbedaan soal stabilitas dan level nilai tukar rupiah.
"Stabilitas nilai tukar rupiah, bukan tingkat nilai tukar rupiah, kita bicara stabilitas, bukan level, nah ini yang harus kita jabarkan, nah yang kami dekati sekarang adalah yang kita sebut stabilitas itu ada volatilitas nilai tukar rupiah yang average-nya 20 hari, jadi kami buat naik-turunnya nilai rupiah average dalam 20 hari itu rolling-nya seperti apa," kata Perry saat rapat kerja di Komisi XI DPR kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Perry menyebut kondisi rupiah saat ini masih stabil, dengan naik-turun di kisaran 5,4%. Perry menilai ukuran 5,4% itu berlangsung selama 20 hari.
"Kami cek tadi itu di dalam year-to-date sekarang adalah 5,4%, which is actually itu masih relatif stabil, itu bicara lagi-lagi mandatnya UU adalah stabilitas nilai tukar rupiah, mari kita ukur, stabilitas bukan level, tapi itu adalah gimana naik-turunnya, itu naik-turunnya kami dekati adalah standar deviasi yang rolling selama 20 hari, rolling terus, tadi kami cek 5,4%," jelas dia.
Kemudian, Perry bicara nilai tukar rupiah. Dia menilai rata-rata tahunan untuk 2026, seharusnya rupiah paling tinggi mencapai Rp 16.900. Perry menyebut memang kondisi saat ini rupiah sudah berada di atas rata-rata.
"Timbul pertanyaan tadi apakah stabilitas nilai tukar rupiah mau diukur dengan rentangnya dengan asumsi nilai tukar, kan kira-kira ada average tahunan berapa kisaran bawah kisaran atas untuk tahun 2026, seingat saya dalam budget kalau nggak salah Rp 16.500, kisaran bawahnya Rp 16.200, kisaran atasnya Rp 16.800, ya. Nah nanti kami jelaskan bagian kedua, year-to-date sekarang average year-to-date rupiah sekarang Rp 16.900 sekian. Wah berarti di atas nih," ujar dia.
Perry menilai, berdasarkan pengalaman dari tahun ke tahun, rupiah memang cenderung melemah pada periode April-Juni. Perry meyakini rupiah akan kembali menguat pada Juli-September.
(maa/rfs)