Analisis Bos PPI Saat Prabowo Yakinkan Publik soal Nilai Tukar Rupiah

Analisis Bos PPI Saat Prabowo Yakinkan Publik soal Nilai Tukar Rupiah

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Minggu, 17 Mei 2026 06:15 WIB
Direktur Eksekutif  Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno. (dok. detikcom)
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno. (dok. detikcom)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto heran atas pihak yang panik terkait nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai pernyataan Prabowo itu sebagai upaya menampilkan Indonesia dalam kondisi baik.

"Satu hal yang pasti bahwa Presiden Prabowo ingin pastikan bahwa kondisi Indonesia baik-baik saja meski rupiah melemah, tidak seperti yang dibayangkan sejumlah pihak kalo Indonesia tak baik-baik saja," kata Adi kepada wartawan, Minggu (17/5/2026).

Menurut Adi, dalam pandangan awam warga, kadang muncul persepsi bahwa kondisi Indonesia tak baik-baik saja dengan hanya melihat rupiah melemah terhadap dolar. Asumsi tersebut, kata Adi, disimpulkan kebanyakan orang sejak dulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi sepanjang kebutuhan dasar rakyat terpenuhi, dapur rakyat di bawah aman-aman saja seperti tak ada kenaikan harga tempe, telur, tahu, gas elpiji, daging, dan lain sebagainya, harga rupiah yang merosot itu tak perlu dikhawatirkan," ujarnya.

Adi menilai pemerintah tetap harus menjaga daya beli masyarakat dengan tidak menaikkan harga barang kebutuhan. Kuncinya, kata Adi, harga kebutuhan pokok hingga BBM tak naik, maka pelemahan rupiah dinilai tak berpengaruh kepada masyarakat.

"Sepanjang pemerintah menjamin tak ada kenaikan kebutuhan rakyat di bawah, apa pun yang terjadi dengan rupiah aman-aman saja kondisi negara. Ini yang mesti dijaga betul pemerintah," ucap Adi.

"Sejauh ini tak ada kenaikan apapun yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat bawah. Misalnya, harga tahu dan tempe tak naik, BBM subsidi tak naik, elpiji tak naik, dan lainnya. Kuncinya kebutuhan dasar rakyat harus aman," sambungnya.

Namun, Adi mewanti-wanti soal pihak yang dapat memanfaatkan kondisi rupiah melemah untuk keuntungan sendiri. Adi menilai tak jarang kondisi tak stabil dimanfaatkan oleh pihak tertentu.

"Yang perlu diantisipasi itu adanya 'penunggang gelap' yang bermain di tengah kondisi rupiah lemah dengan cara nyari untung sendiri, menaikkan komoditas rakyat. Jangan sampai ada pihak yang mancing di air keruh. Di negara ini kan banyak sekali orang yang suka menari di atas penderitaan orang lain," imbuhnya.

Prabowo sebelumnya bicara soal nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS. Prabowo memastikan kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih sangat stabil.

"Saya yakin sekarang ada yang selalu entah apa saya nggak mengerti ya, sebentar-sebentar Indonesia akan kolaps, akan chaos, akan apa... ya kan? Rupiah begini, dolar begini. Orang rakyat di desa nggak pakai dolar kok, ya kan?" kata Prabowo dalam sambutannya saat meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).

Prabowo menyatakan keheranannya terhadap pihak-pihak yang terus menebar narasi negatif mengenai ketahanan ekonomi nasional. Menurutnya, di tengah kepanikan banyak negara, Indonesia justru berada dalam posisi yang aman.

"Pangan-energi aman ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke. Kita banyak, banyak yang diberikan Yang Mahakuasa," imbuhnya.

Simak juga Video: Prabowo: Mau Dolar Berapa Ribu Kek, Kalian di Desa Nggak Pakai Dolar

Halaman 2 dari 2
(rfs/dhn)


Berita Terkait