Pemerintah menyampaikan perkembangan jumlah penerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Mei 2026, pemerintah mencatat jumlah penerima manfaat MBG mencapai 61,9 juta.
"Jumlah penerima manfaat yang terdata mencapai 61.991.412 orang atau 74,8% dari total target 82,9 juta penerima," kata Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, M Qodari, di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
Qodari mengatakan ada peningkatan jumlah penerima manfaat MBG yang sejalan dengan bertambahnya SPPG yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dia menyebutkan ada 15.735 SPPG yang sudah memiliki SLHS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlah SPPG yang terdata sebanyak 28.390 SPPG. Dengan 15.735 SPPG atau 55,42% di antaranya telah memiliki sertifikat Laik Hijen Sanitasi atau SLHS," kata Qodari.
Dia mengatakan terdapat dampak positif lain dari pelaksanaan MBG. Misalnya, menurut dia, meningkatnya penjualan dari pemasok atau supplier bahan makanan serta meningkatkan kemudahan memperoleh makan bergizi.
"BPS telah menerbitkan laporan hasil survei monitoring dan evaluasi program makan bergizi gratis. Satu, persentase siswa yang menghabiskan seluruh porsi MBG meningkat dari 66,9% pada Juli 2025 menjadi 69,8% pada November 2025, mengindikasikan adanya perbaikan kualitas menu dan cita rasa secara berkala," jelas Qodari.
"Kedua, selama periode Januari sampai Oktober 2025, 85,6% supplier MBG mencatatkan kenaikan nilai penjualan. Ketiga, mayoritas rumah tangga penerima MBG menyatakan setuju atas manfaat program, dengan tingkat persetujuan yang meningkat dari Juli ke November 2025 pada seluruh aspek yang disurvei," sambungnya.
Tonton juga video "M Qodari Jadi Kepala Bakom: Doa Saya Tambah Panjang Karena Tambah Berat"











































