Seluruh Pekerja PT KA Mogok Kerja 3-5 Desember
Senin, 05 Nov 2007 13:09 WIB
Surabaya - Seluruh pekerja PT Kereta Api (KA) se Jawa-Sumatera akan menggelar aksi mogok massal pada 3-5 Desember 2007. Mogok kerja ini diikuti dari penjaga perlintasan hingga masinis, tanpa terkecuali.Rencana mogok ini akan dibatalkan jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Penyesuaian Pensiun Eks PNS Departemen Perhubungan pada PT Kereta Api Indonesia (Persero).Ancaman yang digulirkan Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) ini untuk menuntut Presiden SBY agar segera meneken Rencana Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penyesuaian Pensiun Eks Pegawai Negeri Sipil Departemen Perhubungan Pada PT Kereta Api Indonesia (Persero)."Kita beri batas waktu hingga November ini. Jika tidak segera diputuskan pemerintah maka seluruh pekerja KA di seluruh Jawa dan Sumatera akan mogok massal," kata Djainuri, Ketua SPKA Daops VIII Surabaya kepada detikcom, di kantornya, Jl Gubeng Masjid, Surabaya, Senin (5/11/2007).Saat ini, kata Djainuri, seluruh anggota SPKA sudah sepakat untuk mogok massal. Seluruh kegiatan dan operasional kereta api se Jawa dan Sumatera akan dihentikan tanpa terkecuali."Kita hanya menagih janji kok. Karena ini menyangkut ribuan nasib pekerja yang akan pensiun. Pensiunan PT KA harus mendapat hak yang sama dengan Pegawai Negeri Sipil lainnya. Dan pemerintah sebelumnya sudah sepakat untuk menyetujui tetapi kenyataanya sampai detik ini belum juga terealisasi," tegasnya.Keputusan untuk mogok tersebut kata Djainuri disepakati seluruh dewan pengurus pusat SPKA di Bandung pada tanggal 2 November 2007 lalu. "Jika PP itu diterbitkan sesuai batas waktu yang kita tentukan maka kita akan batalkan aksi mogoknya. Jika tidak ya mohon maaf, kami akan lanjutkan," tandasnya.Perlu diketahui, menurut Djainuri, sebelumnya pada tahun 2005, SPKA telah unjukrasa untuk menuntut persamaan hak pensiunan PT KA. Dan waktu itu pemerintah menyepakatinya. Namun hingga 2 tahun berjalan, pemerintah belum juga memutuskan tuntutan pekerja KA."Habis sudah kesabaran kita. Selama ini pemerintah hanya memberikan janji-janji saja. Kabar terakhirnya, RPP itu sudah ada di meja presiden," ungkap Djainuri.
(gik/asy)











































