Sekolah Gratis Modern Terbesar di Banda Aceh Diresmikan
Senin, 05 Nov 2007 06:28 WIB
Jakarta - Sebuah sekolah gratis dengan fasilitas serba modern berbiaya Rp 30 miliar hasil kerjasama Indonesia dengan Singapura akan diresmikan di Banda Aceh, NAD. Sekolah ini akan diperuntukan bagi anak-anak yatim piatu korban tsunami.Rencananya, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Soedibyo dan Menteri Luar Negeri Singapura George Yong-Boon Yeo didampingi Gubernur Aceh Irwandi Yusuf akan meresmikan Komplek Sekolah Islam Terpadu Fajar Hidayah di Banda Aceh, pada Selasa (6/11/2007) pukul 10.00 WIB.Demikian siaran pers Singapore International Foundation (SIF) yang diterima detikcom, Senin (5/11/2007).Sekolah berasrama Fajar Hidayah dibangun diatas lahan dua hektar dengan luas bangunan mencapai 10.000 m2. Berbagai fasilitas yang disediakan adalah asrama siswa, asrama guru, gedung serbaguna dengan kapasitas 1.200 orang serta fasilitas olahraga.Pembangunan sekolah ini berawal pada tanggal 15 Januari 2005, tiga minggu setelah tsunami memporak porandakan NAD. Awalnya sekolah Fajar Hidayah meminjam bangunan kosong milik Madrasah Ulumul Quran, Banda Aceh, untuk menampung 100 anak yatim yang menjadi korban tsunami.Ruang kelas yang sempit itu menjadi tempat menuntut ilmu sekaligus tempat tinggal para murid Fajar Hidayah selama dua tahun.Banyaknya relawan dari berbagai negara, khususnya Singapura, yang kerap bekunjung ke sekolah Fajar Hidayah menciptakan hubungan yang erat. Berbagai program kerjasama pun terjalin antara para relawan Singapura dan sekolah Fajar Hidayah. Hal ini sempat diekspos beberapa media di Singapura.Akhirnya SIF tergerak untuk membantu 80 persen biaya pembangunan sekolah dan asrama yang direncanakan Fajar Hidayah. Peran serta masyarakat Singapura yang menyumbang lewat "Tidal Wave Asia Fund" dan Singapore Red Cross serta sumbangan satu hektar lahan dari pemerintah NAD juga membantu mewujudkan pembangunan sekolah gratis modern terbesar di Banda Aceh itu.
(rdf/bal)











































