Billabong Minta Jadwal Ulang, Tidak Menolak Diperiksa
Jumat, 02 Nov 2007 15:41 WIB
Jakarta - Direktur PT Billabong Indonesia Chris James membantah menolak diperiksa polisi. Chris tidak menghadiri pemeriksaan hari ini, karena sedang berada di luar negeri. Chris telah meminta pendawalan ulang pemeriksaan kepada tim penyidik. Keterangan Chris ini disampaikan pengacaranya, Robert Khuana, kepada detikcom, Jumat (2/11/2007). "Saat panggilan polisi datang, bapak Chris sedang berada di luar Indonesia dalam rangka menjalankan tugas Billabong Australia," kata Robert.Karena itu, pihak kuasa hukum telah melayangkan surat pemberitahuan ketidakhadiran Chris James kepada penyidik. "Kami juga sudah meminta jadwal ulang. Dan sudah ada kesepakatan soal itu dan kami menunggu jadwal ulang tersebut," ujar dia. Karena itu, Robert keberatan bila disebut bahwa kliennya menolak panggilan polisi. Robert juga menyatakan bahwa kasus tuduhan penggelapan ini masih dalam tahap penyelidikan oleh polisi. "Klien kami dipanggil juga dalam status sebagai saksi," jelas Robert. PT Billabong Indonesia, sebuah perusahaan peralatan dan pakaian surfing, dilaporkan ke polisi oleh CV Bali Balance ke Mabes Polri pada 18 Juli 2007 dengan tuduhan tindak penggelapan atas aset CV Bali Balance. Kasus ini ditangani oleh Mabes Polri, namun penangannya dilakukan di Mapolda Bali. PT Billabong Indonesia sebelumnya merupakan induk CV Bali Balance. CV Bali Balance bertugas memasarkan produk Billabong di Indonesia. Namun, PT Billabong meninggalkan CV Bali Balance setelah secara langsung menanamkan modalnya di Indonesia. PT Billabong Indonesia dituduh oleh CV Bali Balance telah mengambil alih jaringan keagenan yang dirintisnya.
(asy/nrl)











































