Anggaran Pemilu Bikin Agung Syok
Kamis, 01 Nov 2007 12:25 WIB
Jakarta - Anggaran Pemilu 2009 sebesar Rp 47,9 triliun membuat Ketua DPR Agung Laksono terkaget-kaget. Angkanya terlalu fantastis.Padahal kondisi keuangan negara cukup berat akibat naiknya harga minyak dunia dan bencana alam yang kerap melanda.Karena itu, KPU diminta menurunkan anggaran pemilu sampai pada angka yang rasional."Angka-angka itu terlalu fantastis. Ini terlalu besar. Masak naiknya sekian ratus persen. Harus dilakukan upaya untuk menurunkan angka itu. Jangan terlalu jauhlah dengan anggaran yang lama," pinta Agung.Agung menyampaikan hal itu kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/11/2007).KPU bisa mengefisienkan anggaran dengan cara memanfaatkan perangkat pemilu tahun 2004, seperti kotak suara, IT dan perangkat lain yang masiih bisa digunakan."Langkah efisiensi seperti yang disampaikan Pak Jusuf Kalla itu sangat baik. Misalnya, kotak suara yang dibuat dari alumunium, asumsinya bisa digunakan lagi. IT bisa di-upgrade. Itu bisa meringankan dan menguntungkan APBN," ujar Agung.Perangkat pemilu, imbuh dia, tidak mesti melulu baru. Tidak hanya perangkat lama, efisiensi juga bisa dilakukan dengan mengurangi kotak suara karena kemungkinan TPS berkurang.Harapan Agung, anggota KPU baru lebih memaksimalkan kinerja dan menarik simpati publik, bukan malah mengusulkan angka yang jumlahnya keterlaluan sehingga publik malah bersikap sinis."Ini kenaikannya sampai sekian ratus persen, sebagai anggota KPU baru seharusnya kerja dulu, sehingga dapat menarik simpati publik," katanya.Namun demikian, angka itu masih bersifat usulan yang keputusan akhirnya akan diketuk di DPR nanti.
(umi/sss)











































