Dialog Akhiri Perang, Trump Tunda Serang Pembangkit Listrik Iran

Dialog Akhiri Perang, Trump Tunda Serang Pembangkit Listrik Iran

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 23 Mar 2026 19:06 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan saat ia dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio (kiri) meninggalkan Gedung Putih dalam perjalanan ke Florida pada 20 Maret 2026 di Washington DC. Trump menghabiskan akhir pekan di klub pribadinya, Mar-a-
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan saat ia dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio (kiri) meninggalkan Gedung Putih dalam perjalanan ke Florida pada 20 Maret 2026. (Getty Images via AFP/CHIP SOMODEVILLA)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan negaranya dan Iran telah mengadakan percakapan produktif selama akhir pekan. Trump akan menunda serangan militer terhadap pembangkit listrik dan situs energi Iran selama lima hari.

Dilansir CNN, Senin (23/3/2026), menulis dengan huruf kapital semua di Truth Social, Trump mengatakan ia membuat keputusan untuk menunda serangan yang diancamkan berdasarkan "nada dan isi" diskusi tersebut.

"Saya dengan senang hati melaporkan bahwa Amerika Serikat, dan negara Iran, telah mengadakan, selama dua hari terakhir, percakapan yang sangat baik dan produktif mengenai penyelesaian lengkap dan total atas permusuhan kita di Timur Tengah," kata Trump.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan sentuhan dan nada dari percakapan mendalam, rinci, dan konstruktif ini, yang akan berlanjut sepanjang minggu ini, saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan syarat keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Trump telah mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran pada Senin (23/3) malam, jika negara itu tidak mengizinkan Selat Hormuz dibuka kembali. Hingga minggu lalu, Trump mengatakan dia tidak tertarik untuk melakukan gencatan senjata dengan Iran.

"Kita bisa berdialog, tetapi saya tidak ingin melakukan gencatan senjata," katanya pada Jumat (20/3) sore.

Juru bicara markas besar pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari, sebelumnya mengeluarkan pernyataan baru yang mengejek Donald Trump. Pernyataan mengejek itu disampaikan menjelang tenggat waktu ultimatum Trump untuk pembukaan kembali penuh Selat Hormuz.

"Hey Trump, You're fired! Anda sudah familiar dengan kalimat ini. Terima kasih atas perhatian Anda pada masalah ini," kata Zolfaghari dalam klip video berbahasa Inggris dilansir Al Jazeera, Senin (23/3).

'You're fired!' adalah ungkapan khas yang dipopulerkan Trump saat menjadi pembawa acara TV The Apprentice. Frasa ini digunakan Trump untuk mengeliminasi peserta dan menjadi slogan khasnya.

Iran telah bersumpah untuk melancarkan serangan balasan yang keras jika AS melanjutkan ancamannya untuk menyerang jaringan energi dan listrik negara itu jika Selat Hormuz tetap diblokade.

Halaman 2 dari 2
(rfs/imk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads