Tokoh Nasional Sepakat Bertekad Sejahterakan Rakyat

Tokoh Nasional Sepakat Bertekad Sejahterakan Rakyat

- detikNews
Rabu, 31 Okt 2007 18:26 WIB
Jakarta - Sejumlah tokoh nasional minta semua kalangan, baik tua dan muda untuk bangkit membangun Indonesia. Semua pihak diminta bangkit untuk berjuang menyejahterakan rakyat dan merebut kekayaan alam yang direbut imperialis kapitalisme barat.Demikian disampaikan sejumlah tokoh nasional dalam Deklarasi Komite Bangkit Indonesia (KBI) di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jl Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (31/10/2007).KBI yang digagas oleh Rizal Ramli ini dihadiri oleh Taufik Kiemas, Akbar Tandjung, Amien Rais, Wiranto, Try Sutrisno, Syafi'i Maarif, Pramono Anung, Drajat Wibowo, Yenny Gus Dur, Khofifah Indar Parawangsa, Kwik Kian Gie, Ichlasul Amal, Moerdiono dan sejumlah tokoh muda dan tokoh agama lainnya."Komite ini mentereng namanya, Komite Indonesia Bangkit, kita memang perlu bangkit, jangan tidur dan sibuk dengan urusan masing-masing," kata mantan Wakil Presiden Try Sutrisno.Try mengatakan, apa yang keliru pada masa reformasi ini harus segera ditata dan diperbaiki. Hal serupa juga diungkapkan mantan Panglima ABRI Wiranto yang mengatakan sudah bukan saatnya lagi ada dikotomi tua-muda, sipil-militer dan kaya-miskin.Saat ini, lanjut Wiranto, Indonesia belum bangkit dari keterpurukan di berbagai bidang akibat tidak memiliki landasan dan pijakan yang kuat, serta tidak memiliki arah yang jelas."Mari hidupkan hati nurani, mari kita fungsikan akal sehat, mari cintai bangsa ini, jangan palsu!" ungkap mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif.Sementara itu menurut Drajat Wibowo, sebelum merdeka, Indonesia dijajah oleh kolonialisme Belanda dan companies. Tapi setelah merdeka hingga kini, justru Indonesia dijajah kaum imperialis seperti Exxon Mobile, Freeport dan Temasek."Mari kita maknai langkah nasional yang sudah 100 tahun ini. Mari, rebut kembali kekayaan nasional kita yang telah diambil mereka," tegas Drajat.Acara dimulai tepat pukul 13.00 WIB dengan diawali pembacaan doa. Acara berlanjut ke orasi politik sejarawan Anhar Gonggong, dan nyanyian sebuah lagu oleh Franky Sahilatua dengan judul "Aku Ingin Presiden Bela Rakyat". (zal/gah)


Berita Terkait