Perdana Menteri Inggris ke-53, David Cameron, pernah kena tuduhan absurd. Cameron dituding pernah melakukan 'ritual babi' saat muda.
Dilansir The Guardian, tudingan ini bermula buku biografi tak resmi tentang David Cameron. Buku ini ditulis oleh tokoh partai konservatif, Lord Ashcroft, dan menghebohkan Inggris pada 2015.
Buku tersebut berisi serangkaian tudingan. Salah satu tudingannya adalah soal David Cameron yang menjadi pengguna narkoba saat masih berkuliah. Selain itu, Cameron dituding bergabung dengan klub makan malam yang aneh.
Ada tuduhan spesifik yang menyerang Cameron. Menurut laporan Daily Mail, Cameron ikut serta dalam upacara menyetubuhi babi mati.
Sumber yang dikutip adalah seorang anggota parlemen saat ini yang mengklaim telah melihat bukti foto. Konon, upacara tersebut terjadi di klub minum Universitas Oxford yang terkenal, Piers Gaveston Society.
Saat kasus ini heboh, Downing Street menolak berkomentar tentang buku tersebut. Namun, menurut sumber partai konservatif, tudingan ini menjadi pukulan bagi citra Cameron.
Cameron mendapat serangan di media sosial lewat tudingan ini. Hashtag #piggate pun digaungkan.
The Guardian mencoba menelusuri informasi terkait klub ini. Diketahui bahwa 'Piers Gav' adalah klub yang sangat eksklusif, terdiri dari kelompok yang memilih sendiri 12 mahasiswa.
Klub ini disebut didirikan pada 1977. Klub ini memiliki motto berbunyi: "Fane non memini ne audisse unum alterum ita dilixisse." Terjemahannya adalah: Sungguh, tidak ada yang ingat pernah mendengar seorang pria menikmati pria lain begitu banyak.
(rdp/dhn)