Trisakti Minta Aparat Waspadai Penculikan Mahasiswanya

Trisakti Minta Aparat Waspadai Penculikan Mahasiswanya

- detikNews
Rabu, 31 Okt 2007 16:40 WIB
Jakarta - Mahasiswa Universitas Trisaksi menjadi sasaran empuk para penculik. Pihak kampus meminta aparat keamanan lebih waspada."Saya harapkan aparat lebih waspada dengan kasus-kasus seperti ini. Sebab kasus ini bisa mempersepsikan Trisakti tidak aman. Kita mohon ada peningkatan keamanan di lingkungan luar kampus," ujar Kahumas Universitas Trisakti Yani saat dihubungi detikcom, Rabu (31/10/2007).Di dalam kampus Trisakti, imbuh Yani, sistem keamanannya cukup memadai. Pihak kampus menyebar sejumlah petugas keamanan untuk mengamati dan menjaga mahasiswa. Mereka bertugas 24 jam."Tapi kalau di luar susah. Ya, ini sebetulnya tantangan bagi kita, terutama pihak keamanan," kata dia.Denis Jonatan (22), mahasiswa semester VIII jurusan manajemen, Universitas Trisakti, Selasa 30 Oktober pagi ditemukan tidak berdaya di kebun kosong, Jalan Tole Iskandar, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.Saat ditemukan, Denis mengalami luka parah di bagian kaki, tangan dan wajah. Sebelumnya, dia diajak pulang 4 laki-laki pada Senin 29 Oktober 2007 pukul 18.00 WIB sepulang dari kampus. Saat itu Denis diajak mampir menjenguk temannya yang dikabarkan sakit.Di dalam taksi yang ditumpanginya bersama 4 laki-laki itu, Denis baru sadar menjadi korban penculikan saat penculik meminta HP-nya untuk menghubungi orangtuanya, serta meminta uang Rp 20 juta sebagai tebusan. Namun tebusan tidak diberikan, Denis pun jadi sasaran pemukulan mereka.Yani mengaku tidak habis pikir dengan kasus penculikan yang menimpa mahasiswa-mahasiswanya. Padahal tidak semua mahasiswa yang mengenyam pendidikan di kampus itu termasuk golongan atas."Ada juga yang kuliah karena dia pintar, kemudian dapat beasiswa. Jadi nggak semuanya anak orang kaya," kata dia.Yani khawatir ada pihak-pihak yang sengaja menciptakan iklim tidak kondusif di lingkungan kampusnya, sehingga menjadi sorotan media massa.Soal kasus Denis, menurut Yani, pihak kampus yang diwakili wakil dekan III Fakultas Ekonomi berencana menjenguk Denis pada Kamis 1 November.Pihak dekan, imbuh dia, sudah mengetahui kasus penculikan itu saat Denis berada di tangan penculik. "Orangtuanya yang telepon saat mencari kebenaran hal itu," ungkap Yani. (umi/sss)


Berita Terkait