×
Ad

Kilas Balik

Salah Belok Picu Perang

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Sabtu, 25 Apr 2026 17:30 WIB
Foto: (BBC)
Jakarta -

Perang Dunia I dipicu oleh kematian pewaris takhta Austria-Hungaria, Archduke Franz Ferdinand. Franz Ferdinand tewas dibunuh oleh nasionalis Serbia Bosnia setelah sopir berbelok ke arah yang salah.

Dikutip dari buku 'The Wrong Turn that Changed History: The Assassination of Archduke Franz Ferdinand' karya Robert Walker, pada tahun 1914, kekuasaan di Eropa mulai goyah.

Pada masa tersebut, Pangeran Franz Ferdinand menjabat sebagai inspektur jenderal Angkatan Darat Austria-Hungaria. Akibat situasi politik tak menentu, ia bersiaga dan mengeluarkan perintah latihan militer musim panasnya di Sarajevo, ibu kota Bosnia.

Untuk diketahui, pada 1908, monarki ganda Austria-Hungaria telah mencaplok Bosnia dan Herzegovina, wilayah yang sebelumnya berada di bawah Kekaisaran Ottoman. Namun Bosnia dan Herzegovina bergejolak ingin melepaskan diri.

Karena khawatir akan ambisi Serbia untuk ekspansi teritorial ke Bosnia dan Herzegovina, Austria-Hungaria meminta dan menerima jaminan dari Jerman bahwa mereka akan mendukung monarki ganda jika terjadi perang dengan Serbia. Dengan memilih untuk mengadakan latihan militernya di Sarajevo pada Juni 1914, dan mengirim pewaris takhta untuk mengawasinya, Austria-Hungaria bermaksud untuk menunjukkan kekuatan untuk memperingatkan Serbia agar tidak melakukan ekspansi dan agresi lebih lanjut.

Sempat Selamat dari Upaya Pembunuhan

Masih di bulan Juni 1914, Franz Ferdinand dan istrinya Sophie melakukan perjalanan dengan mobil terbuka di Sarajevo. Tepatnya pada 28 Juni pagi.

Tujuh anggota Serbia Bosnia dari kelompok separatis Young Bosnia muncul. Kelompok ini didukung oleh kelompok nasionalis Serbia bernama Black Hand. Mereka telah mengikatkan bahan peledak ke tubuh mereka dan membawa revolver yang terisi peluru. Semuanya dilengkapi dengan sianida sehingga mereka dapat bunuh diri bila tertangkap.

Saat iring-iringan kendaraan melaju di sepanjang Appel Quay, jalan utama yang membentang di pusat Sarajevo, seorang Serbia Bosnia bernama Nedeljko Čabrinović melemparkan bom ke arah mobil Ferdinand. Sopir sang pangeran berhasil mempercepat laju kendaraannya. Sang pangeran pun selamat meskipun ledakan itu melukai beberapa orang, termasuk ajudan Jenderal Oskar Potiorek, gubernur Bosnia. Para teroris ini kemudian ditangkap.




(rdp/imk)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork