Kasus 'prank' penagih utang atau debt collector (DC) kembali terjadi. Dalam tiga bulan terakhir, kasus seperti ini terjadi di Sleman dan Semarang.
Sebagaimana diketahui, kasus prank DC ini pernah terjadi pada Februari lalu di Semarang. Bahkan prank ini dilakukan terhadap tiga ambulans dan satu pikap. Terbaru, kasus serupa juga menimpa ambulans di Sleman dan Damkar di Semarang.
Dirangkum detikcom, Jumat (24/4/2026), berikut ini daftar kasus prank DC di Semarang hingga Sleman.
1. 3 Ambulans dan 1 Pikap di Semarang Kena Prank DC
Kasus prank DC ini pernah menimpa tiga ambulans di Kota Semarang, Jawa Tengah. Kasus ini viral usai diunggah akun @informasi.semarang.
Tampak tiga unit ambulans dan satu mobil pikap yang berada di sepanjang jalan perumahan di Kecamatan Semarang Barat.
"Sebuah video beredar bahwa adanya orderan fiktif yang di alami 3 unit ambulans dan 1 pick up," tulis akun @informasi.semarang, Selasa (3/2/2026).
Salah satu admin Ambulans Antasena, Aldy (25), membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Ia mengatakan order diterima dari seseorang bernama Adi Prasetya.
"Jadi, tadi penelepon atas nama Adi Prasetya. Dia membutuhkan ambulans untuk pengantaran pasien kontrol dari Jalan Puspowarno ke Rumah Sakit Columbia Asia," kata Aldy dilansir detikJateng.
2. Ambulans di Sleman Kena Prank DC 3 Kali
Kasus ambulans menjadi korban prank kembali viral di media sosial. Kru ambulans yang viral ternyata sudah tiga kali jadi korban hal serupa.
Relawan ambulans yang menjadi korban itu ialah Ambulans Mercy Jogja. Terakhir, Mercy Jogja kena prank penagih utang untuk menjemput pasien di Kapanewon Depok, Kabupaten, Sleman, pada Rabu (22/4).
Admin Ambulans Mercy Jogja, Aziz Apri Nugroho, mengatakan menerima telepon dari nomor tak dikenal yang meminta penjemputan pasien darurat sekitar pukul 3 sore.
"Awalnya ditelepon nomor asing, diminta mendatangi lokasi. Katanya ada pasien emergency minta diantar ke Rumah Sakit Panti Rapih," kata Aziz saat dihubungi wartawan, Rabu (22/4/2026).
Permintaan itu kemudian diteruskan kepada sopir ambulans, Muklis, untuk ditindaklanjuti ke lokasi di wilayah Caturtunggal, Depok, Sleman.
Polisi pun telah menerima laporan terkait kasus ini. Saat ini tengah dilakukan penelusuran.
"Laporan sudah masuk, sedang dalam penelusuran Satreskrim Polresta Sleman," kata Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, dilansir detikJogja, Kamis (23/4/2026).
(rdp/rdp)