Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri secara resmi membuka agenda penguatan organisasi bagi ketua, sekretaris, dan bendahara (KSB) pengurus daerah se-Indonesia di Sekolah Partai, Jakarta. Megawati menyampaikan sejumlah arahan dan perintah kepada pengurus daerah dalam forum tersebut.
Para pengurus PDIP daerah tersebut dikumpulkan secara luring dan daring, Kamis (16/4). Megawati hadir didampingi Sekjen Hasto Kristiyanto. Hadir juga jajaran DPP PDIP lainnya yakni Djarot Saiful Hidayat, Andreas Hugo Pareira, Yasonna H. Laoly, Bintang Puspayoga, Yanti Sukamdani, My Esty Wijayanti, Ahmad Basarah, Said Abdullah, dan Eriko Sotarduga. Hadir juga Wasekjen Dolfie dan Yoseph Aryo Adhi Dharmo.
Ratusan pengurus daerah hadir di lokasi maupun secara daring melalui aplikasi Zoom. Acara akan berlangsung hingga beberapa pekan ke depan. Pembukaan acara diawali dengan penekanan disiplin yang sangat ketat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Materi mencakup aspek ideologi, geopolitik, Pancasila dan narasi pembebasan rakyat tertindas, hingga kepemimpinan dan manajerial agar fungsi organisasi Partai berjalan semakin optimal", ujar Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat dalam keterangan PDIP, Jumat (17/4/2026).
Sementara itu, Hasto menambahkan bahwa Sekolah Partai merupakan tempat pelembagaan ideologi. Seluruh kader PDIP diminta memiliki semangat yang menyala-nyala dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
"Jadikanlah pelatihan ini sebagai momentum untuk membangkitkan energi perjuangan. Kontemplasikan setiap materi yang diberikan agar meresap sehingga menjadi pedoman perilaku kader Partai. Kepercayaan rakyat menjadi modal penting dalam pemenangan Pemilu 2029," ujar Hasto.
Dalam arahannya, Megawati menegaskan pentingnya memahami pemikiran kritis-dialektis Bung Karno agar kader memiliki visi masa depan, dan sekaligus kokoh membumi di tengah rakyat.
"Saya akan memberikan peringatan keras kepada kader yang tidak mau bekerja secara maksimal di lapangan. Dilarang korupsi. Turun ke bawah rasakan denyut kehidupan rakyat. Di situlah kalian akan memahami politik sebagai kehidupan", ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Megawati juga memaparkan analisis mengenai situasi global. Megawati memperingatkan dampak ketegangan Iran-Israel di Selat Hormuz terhadap perekonomian dalam negeri dan ketegangan global.
"Saya sudah perintahkan agar para kepala daerah dan pimpinan dewan dari PDI Perjuangan mengambil kebijakan terobosan untuk melakukan penghematan anggaran. Kedepankan sense of priority and urgency. Pastikan kebutuhan pangan rakyat. Buat mobilisasi kerja padat karya," kata Megawati.
Sementara di dalam negeri, Megawati menyampaikan laporan para ibu kepada dirinya soal harga barang kebutuhan pokok yang naik seperti cabai dan lain-lain. Bagi Megawati, semua hal ini seharusnya membuat kader PDIP tak boleh diam.
Presiden RI ke-5 itu menginstruksikan kader untuk kreatif dalam membantu rakyat, salah satunya melalui program ketahanan pangan keluarga dan sosialisasi buku masakan murah bergizi untuk menekan angka stunting.
Megawati juga memberikan peringatan serius mengenai posisi PDIP yang saat ini bertindak sebagai penyeimbang dan tidak berada di dalam kabinet pemerintahan. Ia mengingatkan kader agar tidak bermain-main dan jangan melangar hukum.
Selain berbicara kondisi eksternal, Megawati juga bicara tentang tata kelola organisasi, Megawati membedah peran pengurus secara spesifik. Ketua diinstruksikan untuk mampu mengguyubkan seluruh anggota hingga ke level bawah, sementara sekretaris bertanggung jawab atas operasional partai. Khusus untuk bendahara, Megawati melarang keras pencampuran uang pribadi dengan uang organisasi.
"Kalau bendahara, uang jangan dikekep sendiri (dipegang sendiri). Kita punya tabungan-tabungan dana abadi loh. Ketua harus bisa mengguyubkan orang-orangnya. Sekretaris itu tanggung jawab jalannya partai," jelasnya.
Di sisi lain, ia menekankan agar tata kelola keuangan partai harus benar. Ia menyontohkan dirinya sebagai ketua umum tak pernah menyentuh uang organisasi, karena itu merupakan tugas seorang bendahara.
Megawati juga mewajibkan pengurus daerah untuk mengadakan rapat rutin, minimal seminggu satu kali setiap hari Selasa dengan sistem absensi yang ketat. Kantor sekretariat partai di daerah harus selalu siap melayani rakyat yang ingin bergabung atau membuat KTA.
"Bikin dong kebiasaan rapat. Yang satu cari masalahnya apa, yang kedua cari solusinya. Jadi ini terus berjalan," perintahnya.
Megawati menekankan bahwa tujuan akhir dari seluruh gemblengan ini adalah membangun partai yang kuat secara ideologis untuk memenangkan hati rakyat. Ia ingin PDIP menjadi Soko Guru atau pilar utama bagi negara dan bangsa.
"Kemenangan bagi kita bukan sekadar kemenangan elektoral. Kemenangan bagi kita adalah ketika rakyat merasakan kehadiran partai. Ketika rakyat merasakan keadilan. Saya hanya ingin partai ini tetap tegak menjadi sokoguru bagi negara dan bangsa," imbuh Megawati.
Tonton juga video "Ancaman Megawati ke Kader PDIP: Tak Layani Rakyat, Siap Dipecat"











































