Tersinggung Dianggap Tukang Parkir, Iswandi Pukul Hendra
Rabu, 24 Okt 2007 16:42 WIB
Pekanbaru - Dua pemuda di Pekanbaru telibat baku hantam. Gara-garanya hanya masalah sepele, salah seorang di antaranya tersinggung dianggap tukang parkir.Dengan emosional Iswandi (25) mendaratkan bogem mentah ke wajah Hendra (24). Hendra mengira Iswandi yang lagi duduk di depan sebuah Minimarket sebagai tukang parkir. Warga di sekitar Minimarket perempatan Jl Durian dekat pemancar TVRI Pekanbaru berusaha melerai perkelahian dua pemuda itu. Sejumlah pengunjung di minimarket itu pun turut berhamburan keluar melihat perkelahian sengit itu. Perkelahian itu pun akhirnya berhasil dilerai warga sekitar. Usai dilerai, wajah Hendra tampak sebab gara-gara dibogem Iswandi. Warga meminta kedua pemuda ini saling memaafkan dan tidak memperpanjang urusannya ke polisi.Sebenarnya, perkelahian ini hanya soal sepele. Awalnya Hendra, berbelanja ke minimarket. Usai belanja, pemuda yang masih lajang ini dengan santai membawa tentengan plastic kresek warna hitam. Lantas dia pun menuju ke parkiran tempat sepeda motornya.Nah, dalam parkiran depan minimarket ini, terlihat Iswandi pemuda setempat lagi duduk santai di salah satu sepeda motor yang terparkir. Melihat ada yang duduk-duduk santai, Hendra pun mengeluarkan duit dari sakunya pecahan Rp 500.Dengan santai, Hendra pun memberikan uang pecahan kertas itu ke Iswandi. Rupanya, apa yang dilakukan Hendra ini membuat ketersinggungan Iswandi."Woi, kau pikir wajahku ini tampang tukang parkir ya. Coba kalau lihat baik-baik, memangnya tampangku ini pantas jadi tukang parkir," kata Iswandi sembari menarik kerah baju Hendra. Tak sampai di situ, Iswandi lantas memberikan jotosan telak ke wajah Hendra. Perkelahian pun terjadi. Sebenarnya Hendra, sempat meminta maaf atas kesalahan tadi. Hanya saja Iswandi sudah terbakar emosi karena dirinya diangap tukang parkir di minimarket itu."Saya kira abang yang duduk di parkiran itu ya tukang parkir. Makanya saya kasih uang parkir sama dia. Eh rupanya dia bukan tukang parkir. Sayakan tidak sengaja. Tapi rupanya dia emosi dan lantas memukul saya," kata Hendra, Rabu (24/10/2007).Namun setelah kedua pemuda ini diberikan saling pengertian oleh masyarakat setempat, akhirnya mereka berdua saling memaafkan. Tapi keduanya tetap menolak untuk saling berjabat tangan.
(cha/djo)











































