Dulu Tren Melempari KA, Sekarang Tren Mencuri Rel
Rabu, 24 Okt 2007 12:00 WIB
Jakarta -
Tidak hanya mode, pengrusakan terhadap sarana dan prasarana kereta api (KA) pun mengikuti tren. Berbagai upaya dilakukan Dephub untuk menghentikan pengrusakan ini.Hal tersebut diungkapkan Dirjen Perkeretaapian Soemino Eko Saputro di sela-sela acara Indonesia Transport and Logistic Expo di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (24/10/2007)."Itu ada trennya. Waktu itu kan zamannya orang melempari kereta. Kalau sekarang trennya mencuri rel," ujar Soemino.Saking seringnya sarana dan prasarana perkeretaapian menjadi sasaran sabotase, lanjut Soemino, Menteri Perhubungan (Menhub) pun mengirim surat pada Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kepolisian RI.Selain itu, Ditjen Perkeretaapian, menurutnya, sudah memasang anti vandalisme pada pendrol di lintasan kereta api, guna mengantisipasi maraknya pencurian rel kereta api."Sekarang yang akan dilakukan adalah penerapan teknologi anti vandalisme, memasang alat penambat pada bantalan rel. Saat ini sudah dipasang anti vandalisme ini, namun jumlahnya masih relatif sedikit," imbuh dia.Rencananya, lanjut Soemino, untuk setiap pembangunan rel KA baru, akan diterapkan sistem vandalisme. "Waktu periksa jalan rel pun sudah ditingkatkan menjadi 4 kali," kata dia.Apakah ada upaya sistematis yang dilakukan kelompok profesional? "Saya tidak tahu. Tidak harus profesional, orang yang nongkrong-nongkrong pun bisa," ujar Soemino.Sementara Menhub Jusman Sjafii Djamal mengatakan, seluruh upaya yang ditujukan untuk mengganggu kegiatan perekonomian, bisa dikatakan sebagai sabotase."Menurut saya, ini kita anggap serius. Ini adalah upaya sabotase. Ini merupakan upaya sistematis untuk menggulingkan kereta," tegas Jusman.Menhub juga meminta agar aparat kepolisian serius menangani masalah sabotase ini.
(nwk/sss)










































