Kemenhaj Surati Maskapai Terkait Keterlambatan Distribusi Koper Haji

Kemenhaj Surati Maskapai Terkait Keterlambatan Distribusi Koper Haji

Adrial akbar - detikNews
Selasa, 14 Apr 2026 15:37 WIB
Dua petugas menata koper jamaah haji Indonesia kloter UPG 1 untuk ditimbang di Hotel 301 di Mekah, Arab Saudi, Minggu (2/7/2023). Sebanyak delapan kloter akan diterbangkan perdana kembali ke tanah air usai mengikuti pelaksanaan puncak ibadah haji. AN
Ilustrasi. koper jemaah (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta -

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memastikan distribusi koper ke jemaah haji rampung 17 April. Tim Kemenhaj telah memberi peringatan kepada perusahaan yang membagikan koper ini atas keterlambatan yang terjadi.

"Distribusi paling lambat 17 April itu sudah di tangan jemaah. Terkait koper, kami sudah mengirimkan surat peringatan dan juga mengirim tim asistensi memantau dan membantu distribusi koper," kata Irfan dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Tim Kemenhaj sudah mendatangi salah satu perusahaan di Bogor, yang jadi salah satu penyebab keterlambatan pembagian koper. Kemenhaj juga sudah bersurat ke maskapai penerbangan terkait keterlambatan ini

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita juga kemarin sudah mengirimkan surat ke Garuda tentang peringatan tentang keterlambatan ini dan seperti saran tadi, kita juga sudah mulai memikirkan punishment apa yang harus kita lakukan untuk keterlambatan koper ini," sebutnya.

"Termasuk kita datangi perusahaan yang ada di Bogor, Itu juga yang menjadi salah satu sumber keterlambatan di sana," tambah dia.

Lebih lanjut, Kemenhaj telah berkoordinasi dengan hotel untuk jemaah terkait fasilitasnya. Tim Kemenhaj di lapangan memantau langsung perbaikan fasilitas pagi jemaah.

"Khususnya terkait perbaikan fasilitas seperti karpet, gorden, serta tempat wudhu dan sanitasi agar lebih aman dan nyaman bagi jemaah," sebutnya.

Lihat juga Video: Komisi VIII DPR Soroti soal Lambatnya Pengiriman Koper Jemaah Haji

(ial/isa)


Berita Terkait