Universitas Indonesia dan PP Muhammadiyah meneken memorandum of understand (MoU) di Balai Sidang, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Keduanya menjalin kerja sama termasuk melakukan pertukaran dosen untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.
"Ya, ini kerja sama UI dan Muhammadiyah ini khususnya di bidang pendidikan ya. Ini bagaimana caranya kualitas pendidikan di Indonesia ini bisa semakin meningkat dan merata di semua lini. Jadi kita itu tidak bisa maju sendirian, kita harus maju bersama-sama, growing together ya seperti itu," ujar Rektor UI Heri Hermansyah kepada wartawan, Senin (13/4/2026).
Dia mengatakan apa yang menjadi kelebihan UI, akan ditularkan ke seluruh pendidikan di Indonesia, begitu juga sebaliknya. Kerja sama ini diharapkan memberikan dampak yang memberikan multiplier effect. Sehingga kapasitas UI, kapasitas Muhammadiyah, dan universitas yang ada di Indonesia terus meningkat.
"Nah, hakikatnya saat kita bekerja sama dengan universitas luar negeri, kita digendong ya. Sehingga kemudian kualitas pendidikan UI itu semakin meningkat dari sisi kualitasnya, kualitas pengajaran, kualitas dosen, kualitas mahasiswa, kualitas lulusan. Sehingga kemudian mereka bisa berada pada tahap bisa berkompetisi di level global," ucapnya.
Heri mengatakan, selain bekerja sama dengan luar negeri, UI juga melihat berbagai universitas lain yang ada di dalam negeri. Kemudian melakukan program yang sama, seperti double degree.
"Nah, ini juga bisa jadi pionir kita, double degree dengan universitas-universitas lokal di Indonesia. Jadi misal 2 tahun di Universitas Muhammadiyah kemudian 2 tahun di Universitas Indonesia. Nah, kemudian pembelajaran di Universitas Muhammadiyah dan pembelajaran di UI saling mengakui dan kemudian dapat ijazah dari Muhammadiyah, dapat ijazah dari Universitas Indonesia. Nah, itulah double degree," ucapnya.
"Nah, dari situ, dari kerja sama pendidikan itu kemudian akan terjadi pertukaran dosen, dosen Muhammadiyah mengajar di UI, dosen UI mengajar di Universitas Muhammadiyah yang ada di seluruh Indonesia misal, kemudian kualitas pendidikan meningkat," tambahnya.
(dvp/fca)