Berkat Sekolah Rakyat, Julio Selamat dari Pergaulan Bebas

Berkat Sekolah Rakyat, Julio Selamat dari Pergaulan Bebas

Dea Duta Aulia - detikNews
Senin, 13 Apr 2026 10:14 WIB
Berkat Sekolah Rakyat, Julio Selamat dari Pergaulan Bebas
Foto: Kemensos
Jakarta -

Menyandang status sebagai anak yatim tidak membuat Julio merasa minder. Apalagi berkat dukungan dan doa sang nenek, membuat Julio bisa meraih kesempatan belajar di Sekolah Rakyat.

Julio dan neneknya, Welas (74) selama ini tinggal dirumah sederhana di Kampung Kedung Tungkul, Surakarta, Jawa Tengah. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sang cucu, Welas berjualan sayur keliling. Namun, satu hal yang tak pernah pudar adalah harapannya agar sang cucu memiliki masa depan yang lebih baik.

Bagi Kementerian Sosial, kisah Julio bukan sekadar angka dalam data kemiskinan atau potret anak putus sekolah. Dia adalah wajah nyata dari anak-anak yang membutuhkan uluran negara untuk kembali menemukan arah hidup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak kehilangan ayahnya di usia satu tahun, Julio tumbuh dalam keterbatasan bersama sang nenek. Tanpa pendampingan yang memadai, dia sempat terjerumus dalam pergaulan yang salah. Hari-harinya diwarnai kenakalan remaja dari lempar batu hingga membawa senjata tajam. Dia pun putus sekolah di bangku kelas 3 SD.

Kondisi ini menjadi kegelisahan tersendiri bagi Welas. Dalam keterbatasannya, dia terus mencari jalan agar cucunya tidak semakin jauh tersesat. Harapan itu akhirnya menemukan jalannya melalui Sekolah Rakyat.

Sekolah Rakyat merupakan sebuah program pendidikan berasrama gratis yang dihadirkan Presiden RI Prabowo Subianto bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan. Kini, Julio tercatat sebagai siswa di Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 2 Surakarta.

Perubahan perilaku Julio perlahan tampak. Julio yang dulu sulit diatur, kini mulai menunjukkan sikap yang lebih tenang. Dia kembali belajar, mengenal kedisiplinan, dan yang paling menghangatkan hati, menemukan kembali kasih sayang dalam hubungan dengan neneknya.

"Sekarang dia lebih dekat. Bisa merangkul, menciumi saya. Katanya senang di sekolah," kata Welas dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).

Bagi Kementerian Sosial, Sekolah Rakyat menjadi bentuk ruang aman yang memulihkan tempat anak-anak tidak hanya belajar membaca dan berhitung. Tetapi juga para siswa Sekolah Rakyat juga belajar tentang nilai, kedisiplinan, dan masa depan.

Kehadiran sekolah berasrama juga meringankan beban keluarga. Jika dulu Julio kerap meminta uang jajan harian yang memberatkan, kini kebutuhan dasarnya terpenuhi. Negara hadir tidak hanya sebagai penyedia layanan, tetapi sebagai pelindung bagi anak-anak yang rentan.

Di tengah usianya yang semakin renta, Welas pun kini bisa sedikit bernafas lega. Harapannya sederhana, Julio tumbuh menjadi pribadi yang baik, mandiri, dan tidak terlantar.

Dia bercerita dalam setiap doanya dirinya menitipkan masa depan Julio, sebuah harapan yang tahu suatu hari harus dilepaskan.

"Kalau saya sudah tidak ada, saya titip cucu saya. Semoga dia jadi orang baik," ucapnya.

Kisah Julio menjadi pengingat bahwa intervensi yang tepat dapat mengubah arah hidup seorang anak. Melalui Sekolah Rakyat, Kementerian Sosial terus berupaya memastikan bahwa anak-anak seperti Julio tidak kehilangan masa depan hanya karena lahir dalam keterbatasan.

Lihat juga Video: Prabowo Tekankan Kualitas Hidup, Sekolah Rakyat Jadi Kunci

(akd/ega)


Berita Terkait