Dubes Iran Klaim Menang Mutlak, Sebut AS-Israel Ajukan Gencatan Senjata

Dubes Iran Klaim Menang Mutlak, Sebut AS-Israel Ajukan Gencatan Senjata

Brigitta Belia Permata Sari - detikNews
Sabtu, 11 Apr 2026 17:52 WIB
Dubes Iran untuk RI, Mohammad Boroujerdi.
Dubes Iran untuk RI, Mohammad Boroujerdi. (Belia/detikcom)
Jakarta -

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengklaim negaranya menang mutlak dalam perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Ia menyebut gencatan senjata terjadi setelah pihak lawan mengajukan negosiasi.

"Alhamdulillah Iran telah meraih kemenangan yang mutlak. Dan kemenangan tersebut diakhiri dengan gencatan senjata, kemudian musuh-musuh kami mengusulkan untuk bernegosiasi," kata Dubes Boroujerdi di Universitas Paramadina, Cipayung, Jakarta Timur (Jaktim), Sabtu (11/4/2026).

Meski membuka ruang dialog, Dubes Boroujerdi menegaskan Iran tak sepenuhnya percaya pada AS dan Israel. Ia menyinggung pengalaman sebelumnya, yakni proses negosiasi yang justru diiringi serangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tidak memiliki kepercayaan terhadap musuh-musuh kita, namun kita memiliki niat yang baik. Karena dua kali negosiasi, dua kali itulah kita mendapatkan serangan," ujarnya.

Ia juga menjelaskan Iran mendorong agar gencatan senjata tidak hanya berlaku di negaranya, tapi juga mencakup seluruh kawasan Timur Tengah. "Kami mengusulkan agar gencatan senjata tidak hanya terjadi di Iran, namun melingkupi kawasan," ucapnya.

Dubes Boroujerdi turut menuding Israel kerap melanggar kesepakatan gencatan senjata di berbagai wilayah konflik, mulai Palestina, Gaza, Lebanon, hingga Yaman.

Menurutnya, dalam setiap upaya negosiasi, Iran membawa sejumlah syarat, termasuk tuntutan terciptanya perdamaian menyeluruh di kawasan.

"Di antara syarat utamanya adalah perdamaian di wilayah. Jika tidak diterima, tidak ada perdamaian sama sekali," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Dubes Boroujerdi juga menyinggung kondisi di Selat Hormuz yang disebut masih sensitif akibat situasi konflik. Ia mengatakan, kapal-kapal yang melintas harus mengikuti protokol ketat dari otoritas keamanan Iran.

"Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi biasa. Harus melalui beberapa protokol yang ditetapkan oleh pihak keamanan," pungkasnya.

Tonton juga video "Delegasi Iran-AS Sudah Berkumpul di Islamabad Jelang Perundingan"

(bel/aud)


Berita Terkait