"Banyak buku telah ditulis oleh beliau, banyak karya yang dihasilkan, dan insyaAllah akan menjadi bahan kajian untuk generasi berikutnya," kata Boroujerdi di Universitas Paramadina, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (11/4/2026).
Ia menilai sosok Khamenei bukan hanya pemimpin negara, tetapi juga tokoh ilmiah dengan pemikiran yang mendalam. Karena itu, karya-karyanya dinilai layak menjadi rujukan, khususnya bagi dunia Islam. Acara peluncuran buku ini juga digelar bertepatan dengan peringatan 40 hari wafatnya Khamenei.
Dubes Boroujerdi mengatakan momentum tersebut menjadi refleksi atas kontribusi sang pemimpin bagi Iran. "Pada kesempatan ini kita memperingati dua hal besar, yaitu kemenangan Republik Islam Iran dan perpisahan dengan pemimpin tertinggi kami," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak di Indonesia, mulai dari akademisi hingga tokoh agama, yang telah mendukung acara ini terselenggara. Peluncuran buku ini merupakan bagian dari upaya Kedutaan Besar Iran untuk memperkenalkan pemikiran Khamenei ke publik internasional, termasuk di Indonesia.
Sebelumnya, Kedubes Iran juga pernah meluncurkan buku tokoh nasional mereka di Jakarta sebagai bentuk diplomasi budaya. Buku berjudul "Visi Futuristik" memuat sejumlah artikel oleh para tokoh dan analis terpandang dari Iran.
Buku ini memuat penjelasan tentang berbagai aspek deklarasi tersebut, membedah analisis yang digariskan oleh sang Pemimpin Iran untuk 40 tahun ke depan.
(bel/aud)











































