Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Gerindra Wihadi Wiyanto menyoroti usulan Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla mengenai harga BBM. Wihadi menilai usulan JK dapat memberatkan kondisi pemerintah.
Wihadi menyebut harga minyak dunia saat ini belum stabil. Di sisi lain, katanya, proyeksi defisit APBN 2,9 persen masih aman. Dia pun menyarankan JK melihat struktur APBN sebelum mengusulkan kenaikan harga BBM.
"Terkait dengan pernyataan Pak JK yang mendorong pemerintah untuk menaikkan harga BBM dan saat ini kita melihat harga minyak dunia itu masih belum stabil dan saat ini struktur APBN Indonesia itu masih terjaga di defisit 2,9. Artinya, di sini sebelum Pak JK memberikan pernyataan tentunya harus melihat struktur daripada anggaran itu," kata Wihadi, Jumat (10/4/2026).
Wihadi meyakini pemerintah dapat menangani krisis energi imbas kondisi geopolitik. Dia menyebut, di tengah kondisi seperti saat ini, keputusan tidak menaikkan harga BBM justru tepat karena dapat menjaga daya beli masyarakat.
"Justru dengan tidak menaikkan itu menjaga daya beli dan juga ini dengan adanya daya beli yang masih berjalan dengan baik, maka penerimaan negara masih bisa berjalan dengan baik," kata Wihadi.
Wihadi menilai usulan JK terkait harga BBM justru dapat memberatkan pemerintah jika diikuti. Dia menilai kenaikan harga BBM dapat menurunkan daya beli masyarakat dan mengurangi penerimaan negara.
"Jadi hal yang mungkin perlu dilihat adalah pernyataan Pak JK untuk mendorong itu, harus kita lihat tendensinya mengarah pada hal-hal yang memang mendorong pemerintah dalam situasi yang mungkin justru akan lebih berat dalam menangani masalah krisis ini. Karena APBN tidak akan bisa berjalan dengan baik dengan adanya kenaikan BBM itu justru akan mengakibatkan daya beli menurun dan penerimaan negara berkurang," kata Wihadi.
Wihadi menegaskan pertumbuhan ekonomi negara juga masih dalam kondisi baik di mana program-program pemerintah berjalan. Dia mengapresiasi keputusan pemerintah tidak menaikkan harga BBM.
"Saya kira kita harus mengapresiasi Pak Prabowo karena dengan tidak menaikkan harga BBM dalam situasi sekarang ini justru akan memberikan efek yang baik terhadap pemerintah daripada rakyat Indonesia itu sendiri. Saya kira sebelum melihat APBN, strukturnya, lebih baik Pak JK tidak berkomentar dulu," ujarnya.
Tonton juga video "Wamenkeu Optimistis Bisa Jaga Defisit APBN 2026 Tetap di Bawah 3%"
(gbr/imk)