Perempuan berinisial C dan adiknya P menjadi korban penganiayaan oleh kekasihnya JHI dan keluarganya. C dan adiknya saat itu datang ke rumah JHI untuk meminta pertanggungjawaban terkait kehamilannya. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur sejak 4 bulan lalu. Bagaimana perkembangan penanganannya?
"Untuk dua LP itu saat ini sudah dalam penyidikan. Ditangani kok, udah cepat penanganannya, sudah kami tangani," kata Kasat Reskrim Jaktim AKBP Bayu Kurniawan kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).
AKBP Bayu menyebut penyidikan berjalan sesuai prosedur. Ditanya apakah akan segera ada penetapan tersangka, dia menyampaikan hal tersebut akan disampaikan kepada korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini sudah sidik, nanti perkembangannya langsung kami sampaikan ke korban," ujar AKBP Bayu.
Wanita Hamil Dianiaya Saat Minta Pertanggungjawaban, Mengadu ke Polres Jaktim
Peristiwa ini bermula ketika C bersama adik kandungnya P menyambangi kediaman pria berinisial JHI di wilayah Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (29/11/2025) lalu sekitar pukul 10.00 WIB. Seorang teman C bersama suaminya juga ikut mendampingi.
Setibanya di lokasi, C menunggu di dalam mobil. Sedangkan adiknya P datang ke rumah tersebut untuk bertemu dengan JHI dan orang tuanya membicarakan terkait pertanggungjawaban kehamilan kakaknya.
Saat sedang menunggu, C mendengar ada keributan dari dalam rumah. Dia pun turun dan kaget mendapati adiknya dikeroyok oleh JHI dan sejumlah orang lainnya yang diduga merupakan keluarga JHI.
"Dari pintu gerbang saya melihat adik saya sudah dikerumuni banyak orang, saya samperin dan saya lihat Terlapor (JHI) mendatangi adik saya dan memukuli adik saya. Saya teriak dan berusaha melerai sambil saya mencoba merekam dengan HP," kata C.
C mengaku berteriak agar adiknya tidak dipukuli. Namun, bukannya berhenti, dia juga justru ikut jadi korban. Dia mengaku dikerubungi dan dijambak hingga terjatuh. Ada juga yang berupaya merebut HP-nya karena merekam peristiwa itu.
"Saya hanya teriak 'berhenti pukuli adik saya!' berulang-ulang. Saat itu saya dikerubungi juga. Saya dijambak, kemudian saya terjatuh, saya jatuh terduduk, kemudian dari belakang ada yang jambakin saya," kata C.
"Saya teriak 'saya hamil, saya sedang hamil!'. Setelah itu pun masih saya dijambak lagi sambil kepala saya ditoyorin bolak-balik. Jadi saya dijambak sekitar tiga kali," sambungnya.
Keributan tersebut baru berhenti ketika ada warga yang melerai.
Tidak terima atas perlakuan tersebut, C dan adiknya P membuat laporan polisi ke Polres Metro Jakarta Timur. Keduanya melapor atas kasus penganiayaan. Laporan C teregistrasi dengan Nomor: LP/B/4466/XI/2025/SPKT/Polres Metro Jakarta Timur/Polda Metro Jaya dengan terlapor berinisial DN, dkk. C juga menyertakan bukti visum atas penganiayaan tersebut.
Sementara itu, laporan P teregistrasi dengan Nomor: LP/B/4465/XI/2025/SPKT/Polres Metro Jakarta Timur/Polda Metro Jaya dengan terlapor JHI, dkk. P juga menyertakan bukti visum atas penganiayaan tersebut.
Lihat juga Video 'Suami Manipulatif Aniaya Brutal Istri Hamil dan 5 Orang Warga Sekitar':










































