Dedikasi Aipda Bahruddin Azhari Layani Warga di Pulau Maringkik NTB

Hoegeng Awards 2026

Dedikasi Aipda Bahruddin Azhari Layani Warga di Pulau Maringkik NTB

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jumat, 10 Apr 2026 10:18 WIB
Aipda Bahruddin Azhari
Aipda Bahruddin Azhari bantu warga di NTB (Foto: Dok Ist)
Jakarta -

Aipda Bahruddin Azhari mengabdi sebagai Bhabinkamtibmas untuk melayani warga di Desa Pulau Maringkik, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Aipda Bahruddin dinilai tidak hanya menjaga keamanan setempat, tapi juga ikut mendukung kebutuhan masyarakat di sana.

Atas dedikasinya, Aipda Bahruddin diusulkan dalam program Hoegeng Awards 2026. Ia telah mengabdi di salah satu pulau kecil di NTB itu sejak 2021.

Salah satu warga yang menceritakan dedikasi Aipda Bahruddin yaitu warga Maringkik bernama Rizal. Ia mengenal Aipda Bahruddin sebagai polisi yang sigap dalam membantu masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beliau langsung datang sendiri mendampingi masyarakat yang bersangkutan, misalnya yang bermasalah atau yang minta tolong, atau masyarakat sendiri yang datang ke rumahnya beliau gitu kadang. Iya, jadi memang aktif orangnya," kata Rizal saat dihubungi.

Rizal mencontohkan ketika ada peringatan cuaca buruk dari BMKG. Aipda Bahruddin langsung meneruskan informasi itu ke warga Pulau Maringkik lewat grup WhatsApp.

"Sambil bertanya bagaimana kondisi desa Pulau Maringkik gitu. Kalau menurut saya pribadi orangnya sangat bertanggung jawab," ujar dia.

Aipda Bahruddin juga aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Dia ikut membantu semua acara yang digelar warga agar berjalan sukses dan lancar.

"Jadi memang menurut saya selama ini ya, sepengetahuan saya ya emang orangnya bertanggung jawab dan sigap," tutur Rizal.

Dihubungi terpisah, Aipda Bahruddin menceritakan mengenai tugasnya di pulau dengan dua ribuan penduduk tersebut. Desa Maringkik termasuk pulau terpencil dengan jumlah penduduk terpadat.

Aipda Bahruddin sendiri saat ini berdomisili di Montong Belae, Keruak, Lombok Timur. Untuk pergi menuju Pulau Maringkik, dia harus menggunakan perahu dari Tanjung Luar.

Dia biasa menumpang perahu nelayan yang akan pulang ke Pulau Maringkik. Biasanya para nelayan menjual hasil tangkapannya itu di Tanjung Luar.

"Estimasi perjalanan dari Tanjung Luar ke Pulau Maringkik bisa dibilang untuk perjalanannya saja sekitar 25 menit. Tapi karena menunggu penumpang-penumpang yang lain jadinya bisa dikategorikan sampai ya 35 menitan lah," kata Aipda Bahruddin.

Namun hal itu kerap menjadi kendala ketika dirinya menerima informasi mendadak dari warga yang meminta bantuan. Dia harus segera mencari perahu yang bisa membawanya pergi ke Pulau Maringkik.

"Ya mungkin bisa kita bilang dalam hal membantu masyarakat misalnya, masyarakat pada saat malam hari karena butuh bantuan ambulans. Jadi otomatis mana yang terdekat yang dihubungi melalui koordinasi dengan bidan, dengan puskesmas, akhirnya saya berkoordinasi dengan puskesmas untuk meminjam ambulans untuk menjemput warga yang membutuhkan bantuan yang akan dibawa ke puskesmas terdekat karena bantuan gawat darurat," tutur dia.

Aipda Bahruddin menjelaskan pengabdiannya di Pulau Maringkik berfokus pada pembinaan keamanan dan ketertiban, serta kegiatan sosial untuk membantu kebutuhan masyarakat. Dalam melaksanakan kegiatannya, Aipda Bahruddin selalu berkomunikasi dan melibatkan seluruh elemen terkait.

"Bisa kita bilang pada saat ada urgen untuk pengamanan pelaksanaan kegiatan, mau tidak mau kami harus berangkat dengan alat seadanya walaupun dengan menggunakan keterbatasan transportasi ke sana, yang penting masyarakat di sana merasa terlayani masalah keamanannya," kata Bahruddin.

Adapun kegiatan yang dilakukan Aipda Bahruddin itu meliputi penyuluhan, sambang desa hingga sumbangsih saran kepada masyarakat. Dia mengaku kerap menampung aspirasi dan keluhan warga.

"Mungkin karena kita menjadi penampung aspirasinya, kita memiliki semacam pemikiran-pemikiran yang bisa menjadi solusi bagi mereka di situ gitu," kata Aipda Bahruddin.

Selain itu, Aipda Bahruddin juga ikut mendukung ketahanan pangan dengan mendorong warga untuk memanfaatkan pekarangan kosong. Dia bersyukur program tersebut dapat berjalan meskipun masih ada kendala.

"Saat ini alhamdulillah di sana ada pekarangan kosong yang ditanami sama masyarakat berupa pisang, pisang dan lain-lain. Tapi kendalanya kami di sana ketika kami mau mengadakan apa atau masyarakat kami kendala masyarakat kami di situ untuk bercocok tanam kendalanya sama hewan ternak kambing ini. Karena kambing tidak memiliki kandang di situ. Itu merupakan keluhannya masyarakat di situ sehingga mau tidak mau lahan kosong ini harus benar-benar dipagar tempatnya gitu," tutur Aipda Bahruddin.

Hal lain yang dilakukan Aipda Bahruddin yaitu memberikan imbauan kepada warga untuk tidak mengambil pasir laut secara ilegal. Hal itu dikarenakan jumlah pasir yang didatangkan dari Lombok bisa mencapai tiga kali lipat lebih mahal.

"Misalnya pembeliannya di pulau Lombok Rp 800.000 untuk ke sampai wilayah tempat itu mereka menghabiskan dana sekitar Rp 3 juta, Rp 3 jutaan gitu. Nah sehingga mungkin mereka di situ alternatifnya mau mencari pasir karena pasir menurut yang di sana masih kita bilang alami," ujar Aipda Bahruddin.

Dia melarang warga untuk mengambil pasir sebab bakal berdampak terhadap lingkungan. Menurut Bahruddin, jumlah warga yang mengambil pasir kini semakin menurun berkat kegiatan edukasi yang dilakukannya itu.

"Jadi kami menghimbau dan melarang melakukan pelarangan kepada masyarakat setempat untuk mengambil pasir karena dampaknya yang akan ditimbulkan itu bukan hanya dampak kepada dia apa bagi oknum yang mengambil pasir cuman dampaknya kepada masyarakat dan ikan yang ada," kata Aipda Bahruddin.

Selanjutnya, Aipda Bahruddin juga pernah menyelesaikan permasalahan antarkampung di sana. Dia berkoordinasi dengan para tokoh setempat untuk meredam agar situasi tidak semakin memanas.

"Kita bertemu langsung dengan beberapa tokohnya, karena tokoh-tokoh yang di sana yang itulah yang peran penting para tokoh masyarakat ketika ada permasalahan bisa kita berkoordinasi, bekerja sama untuk menyelesaikan secara kekeluargaan supaya masalah apa yang ada di sana tidak meluas gitu," kata dia.

(knv/lir)
Hoegeng Awards 2026
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
SELENGKAPNYA


Berita Terkait